Jumat, 13 Desember 2019

Lulus Tes CPNS Bandung Barat, Arsal Malah Diminta Buat Surat Pengunduran Diri

- 9 Agustus 2019, 23:22 WIB
ARSAL Fatra Yoga Pratama (kiri) bersama istrinya menunjukkan dokumen kelulusan calon pegawai negeri sipil di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, di Padalarang, Jumat, 9 Agustus 2019.*/HENDRO SUSILO/PR

DALAM suatu unggahan di akun Instagram milik Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, Intan Kartika Subekti turut memberikan komentar. Namun, alih-alih mengomentari apa yang diunggah oleh Hengki, dia justru berkeluh kesah mengenai nasib suaminya. 

Arsal Fatra Yoga Pratama, sang suami, disebutkan sudah dinyatakan lulus dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Pemkab Bandung Barat tahun 2018. Akan tetapi, pada tahap pemberkasan di Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bandung Barat, suaminya disuruh membuat surat pengunduran diri.

"Alasannya, ijasah suami saya S1 (sarjana), sedangkan untuk formasi yang dibutuhkan itu ijasah D3 (diploma). Kalau enggak mengundurkan diri, suami saya dibilangi tidak akan bisa ikut seleksi CPNS lagi," kata Intan, saat ditemui bersama suaminya di Padalarang, Jumat, 9 Agustus 2019.

Arsal menjelaskan, pada Oktober tahun lalu dia mencoba ikut seleksi CPNS di Pemkab Bandung Barat. Formasi yang dipilih ialah paramedik veteriner terampil di Dinas Perikanan dan Peternakan. Walaupun tahu bahwa formasi itu mensyaratkan ijasah D3, lulusan sarjana peternakan dari Universitas Padjadjaran itu tetap menjajal.

"Tahunya saya lulus administrasi, terus ujian di Telkom University. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), lulus. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), juga lulus. Saya ingat persis, waktu itu malam tahun baru, saya dapat informasi bahwa saya lulus," katanya.

Setelah melewati serangkaian proses yang lain, tutur dia, pada Februari 2019 BKPSDM memanggilnya ke kantor, dengan membawa sejumlah berkas. Bersama seorang pendaftar CPNS yang lain bernama Pratiwi Sekarwangi, Arsal mengaku diminta untuk mengundurkan diri. 

"Di kantor, kami dibawa ke ruang sekretaris BKPSDM. Kami diberi penjelasan. Waktu itu sudah mau keluar Nomor Induk Pegawai (NIP). Namun, katanya kami ditolak oleh sistem, karena ijasahnya S1. Teman saya juga diminta mundur. Dia langsung menangis. Kebetulan dia sedang hamil," ucapnya.

Kalau tidak mengundurkan diri, Arsal menyatakan dirinya terancam tak bisa mengikuti seleksi CPNS lagi. Setelah berkonsultasi dengan orangtuanya yang merupakan PNS di Pemerintah Kabupaten Bandung, dia memutuskan untuk menolak bikin surat pengunduran diri. 

"Sampai sekarang status saya masih digantung. Enggak ada keputusan dari Pemkab Bandung Barat, bahwa saya enggak lolos CPNS, tapi enggak kerja sebagai CPNS. Yang bikin sakit hati, ternyata posisi saya sudah ada yang menggantikan. Kami tahu itu setelah ada pengakuan dari ke istri saya lewat Instagram. Dia mengaku sebagai orang yang menggantikan posisi saya," katanya. 


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X