Jumat, 21 Februari 2020

Tarif TMB Rp 1 untuk Penumpang Tertentu

- 8 Agustus 2019, 20:42 WIB
ILUSTRASI selter bus./ DOK.PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG, (PR).- Dinas Perhubungan Kota Bandung menerapkan tarif Rp 1 bagi veteran, disabilitas, buruh, dan guru honorer yang menggunakan bus Trans Metro Bandung (TMB). Tarif khusus ini menjadi salah satu upaya mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Tarif khusus bagi veteran, buruh, dan disabilitas itu berlaku setiap hari pada pukul 5.00-8.00 dan pukul 15.00-19.00 WIB. Di luar waktu tersebut tarif berlaku normal Rp 3.000. Veteran mendapat keistimewaan karena mendapat tarif Rp 1 selama 24 jam.

Tarif khusus juga diberlakukan untuk pelajar SD dan SMP di Kota Bandung senilai Rp 1.000. Tarif khusus untuk pelajar dan guru honorer berlaku pada pukul 5.00-7.00 WIB, 10.00-12.00 WIB, dan 15.00-18.00 WIB. Sementara di luar jam tersebut berlaku tarif normal sebesar Rp 3.000.

Penerapan tarif khusus itu berlaku permanen di seluruh koridor TMB, yakni koridor 1 jurusan Cibiru-Cibeureum, koridor 2 Cicaheum-Cibeureum, koridor 3 Cicaheum-Sarijadi, dan koridor 4 Leuwipanjang-Antapani. Untuk mendapatkan layanan itu, mereka harus mendaftar ke Kantor Dishub Kota Bandung Jalan SOR Gedebage.

Adapun publik yang berada di luar kelompok yang dikhususkan itu hanya mendapat potongan saat membayar menggunakan nontunai. Warga yang membayar tunai akan dikenakan tarif Rp 4.000, sementara pengguna nontunai diberi tarif Rp 3 ribu.

Selain tarif khusus itu juga dimulai penerapan sistem bayar nontunai untuk bus Bandung Tour on Bus (Bandros). Tarif Bandros tiada beda, tetap Rp 20 ribu. Hanya ada perubahan cara bayar menjadi nontunai.

Sistem nontunai pada TMB dan Bandros itu baru bisa menggunakan kartu bayar elektronik Brizzi yang disediakan Bank BRI. Dishub Kota Bandung membuka kemungkinan kerja sama dengan bank lain di masa mendatang.

Plh. Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, Pemkot Bandung tengah berupaya mengalihkan pengguna kendaraan pribadi agar memanfaatkan angkutan umum.

“Setidaknya dengan transaksi nontunai ini memudahkan publik, karena kalau harus kembalian juga sulit. Mudah-mudahan membuat orang terbiasa. Mudah-mudahan warga, pertama terbantu, dan mudah-mudahan beralih ke transportasi umum,” ujar Yana, seusai peluncuran tarif khusus tersebut, di Taman Dewi Sartika, Bandung, Kamis 8 Agustus 2019.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X