Minggu, 15 Desember 2019

Rabbani Beri Penjelasan Tentang Iklan Kambing Berhijab yang Viral di Media Sosial

- 5 Agustus 2019, 15:27 WIB
IKLAN hijab Rabbani di Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Beberapa hari terakhir, baliho bando yang dipasang Rabbani di Gerbang Tol Pasteur viral di media sosial. Rabbani mengakui, konten iklan tersebut dibuat oleh mereka dan sudah diturunkan sejak 4 Agustus 2019.

Baliho bando milik Rabbani di Gerbang Tol Pasteur banyak dibicarakan di media sosial. Iklan di baliho itu memperlihatkan kambing berhijab.

Sejumlah warganet memotret dan mengunggah foto iklan itu ke Twitter sejak awal Agustus. Kalimat yang paling menarik perhatian warganet adalah "KORBAN tu ga wajib, yg wajib tu BERHIJAB".

Tak hanya itu, gambar kepala hewan kurban, kambing, berhijab merah muda sambil menjulurkan lidah juga menuai kritik warganet. Beberapa orang menilai gambar tersebut sebagai bentuk pelecehan.

Direktur Sales and Marketing Rabbani Nandang Komara mengatakan, Rabbani tidak memiliki niat melecehkan siapa pun melalui konten iklan tersebut. Namun, menurut dia, Rabbani justru ingin mengingatkan masyarakat bahwa muslimah harus berhijab.

"Kami menurunkan konten iklan tersebut karena kami menghargai adanya perbedaan opini di tengah masyarakat. Kami akan mengganti dengan konten yang lain," ujarnya dalam konferensi pers di Rabbani Holding, Jalan Citarum, Kota Bandung, Senin 5 Agustus 2019.

Terkait stigma penggunaan gambar kambing berhijab sebagai pelecehan terhadap Islam, menurut dia, pihak yang mengangkat isu hewan beratribut Islam bukan hanya Rabbani. Ada pihak lain yang juga mengangkat isu sama tapi tidak menjadi viral seperti saat Rabbani menggunakan isu tersebut.

"Gambar ini bisa dipersepsikan sebagai pengingat agar jangan sampai sama seperti dengan hewan kurban yang tidak wajib berhijab," ujarnya.

Sementara itu, terkait konten kalimat "Korban tu ga wajib", Nandang mengatakan, Rabbani condong kepada pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa hukum kurban adalah sunnah muakad dan tidak wajib. Namun, Rabbani berjanji akan menjadikan masukan dan kritik masyarakat, khususnya warganet, sebagai bahan evaluasi.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X