Satgas Citarum Harum Tutup Saluran Limbah di Dua Pabrik 

- 3 Agustus 2019, 13:21 WIB
JAJARAN TNI dari Sektor 4 Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum melaksanakan pengecoran saluran pembuangan limbah cair di dua pabri.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Jajaran TNI dari Sektor 4 Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum melaksanakan pengecoran saluran pembuangan limbah cair (outlet) di kawasan pabrik pencelupan PT Sinar Baru Maju Jaya (SBMJ) di Jalan Raya Rancajigang Desa Padamulya Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Jumat 2 Agustus 2019) pukul 10.15 WIB. Pengecoran dengan menggunakan material semen dan pasir. 

Selang beberapa jam kemudian dan pada hari yang sama, Satgas Citarum Harum melakukan penutupan pipa saluran pembuangan limbah cair berukuran 2,5 inchi di CV Piramid Jaya Jalan Raya Laswi Desa Padamulya. Penutupan saluran pembuangan limbah itu menggunakan paralon berukuran 2,5 inchi dengan cara dilem. 

Pengecoran saluran limbah cair dan penutupan pipa saluran pembuangan limbah cair di dua perusahaan itu karena perusahaan membuang limbah ke Sungai Cikembang, anak Sungai Citarum tidak sesuai dengan baku mutu/standar.  Pascapenutupan saluran limbah tersebut, Satgas Citarum Harum memberikan kesempatan kepada pihak perusahaan untuk memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai dengan baku mutu/standar. 

Penutupan saluran pembuangan limbah itu dihadiri langsung Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Kustomo, Bhabinkamtibmas dari Polsek Majalaya Aiptu Nanang Hendra, Babinsa dari Koramil Majalaya Serka Engkus Ernawan. Perwakilan pemilik perusahaan PT. SBMJ Andi juga menyaksikan langsung pengecoran saluran pembuangan limbah tersebut.  Termasuk pemilik pabrik tekstil CV. Piramid Jaya Dodi.  Pelaksanaan pengecoran itu menjadi perhatian para pekerja yang sedang beraktivitas di dalam pabrik pencelupan kain maupun pabrik tekstil tersebut. 

Sebelum melakukan pengecoran saluran pembuangan limbah, Kustomo bersama jajaran dan pihak perusahaan melihat langsung proses IPAL di dalam perusahaan tersebut. Bahkan, jajaran TNI membawa bukti sampel air limbah yang dibuang dari perusahaan PT. SBMJ. Setelah melewati proses pemeriksaan dengan menggunakan alat kyoritsu pempet asal Jepang, air limbah itu menunjukkan parameter chemical oksigen demand (COD) 538. 

Merusak ekosistem

Kustomo menegaskan, kandungan limbah yang dibuang pabrik pencelupan PT SBMJ itu dapat merusak ekosistem. Limbah cair tersebut dapat menimbulkan kematian. "Ini (limbah) kalau terus dibuang dan diminum orang bisa mati," kata Kustomo di pabrik PTL SBMJ. 

Kustomo mengatakan, air limbah sangat membahayakan. Air limbah disaat meresap ke tanah dan mencemari lahan pertanian padi sawah, sangat berbahaya bagi produksi pertanian saat dikonsumsi manusia. 
"Jadi saya tutup saluran limbahnya. Lama atau tidaknya ditutup, bergantung perusahaan. Yang penting buangnya bagus. Untuk diperbaiki IPAL-nya," kata Kustomo.

Penutupan saluran limbah itu, imbuh Kustomo, setelah pihaknya mengambil sampel air limbah pada 24 Juli lalu pada pukul 10.30 WIB. 

"Pengambilan sampel limbah itu dari saluran pembuangan atau outlet PT. Sinar Baru Maju Jaya," katanya. 

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X