Minggu, 15 Desember 2019

Manfaat Penggunaan Besek untuk Daging Kurban Selain Mengurangi Sampah

- 1 Agustus 2019, 16:04 WIB
PEDAGANG menunjukkan wadah besek bambu yang dia jual di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Agustus 2019.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Imbauan untuk tidak menggunakan kantong kresek pada pembagian hewan kurban jangan hanya dipandang sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik saja. Rupanya ada nilai positif lainnya, yaitu penggunaan besek maupun daun dapat menghambat pertumbuhan bakteri daging.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jabar, drh. Pranyata Tangguh Waskita mengatakan, besek bambu bisa menghambat pertumbuhan bakteri.

"Tuhan telah menciptakan kelebihan tanaman masing-masing ada yang buat antibiotik, herbal, dan bambu ini dianalisa ahli tanaman punya stuktur yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri. Bukan tanpa sebab, nenek moyang kita juga sudah pakai bambu meski tidak tahu soal itu tapi trial dan error dan ternyata ditetili ahli tumbuhan bisa menahan pertumbuhan bakteri," kata dia dalam kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) di Lobi Museum Gedung Sate, Jalan Cimandiri, Kota Bandung, Kamis, 1 Agustus 2019.

Menurut dia, penggunaan besek memiliki keunggulan dibanding kantong plastik. Besek memiliki ruang pori-pori yang cukup lebar ketimbang plastik. Daging yang dibungkus plastik kemungkinan cepat pertumbuhan bakterinya akan lebih cepat terutama bakteri anaerobnya.

"Apalagi kalau plastiknya ditali makin tumbuh makin cepet bahaya," kata dia.

Selain itu, dengan adanya pori-pori dalam besek maka suhunya akan berbeda dengan daging yang ada dalam kantong plastik. Jika suhu lebih panas maka pertumbuhan bakteri pun terpancing, sedangkan besek memiliki sirkulasi.

Menurut dia, sifat bambu ini sama dengan daun pisang maupun daun jati yang sama-sama memiliki struktur penghambat pertumbuhan bakteri. Namun dia mengingatkan, usia daging yang bagus itu kurang dari 4 jam. Jika sudah empat jam kualitas daging akan menurun. 

"Kalau mau disimpan lebih dari empat jam harus segera dimasukkan pada lemari pembeku karena dengan suhu rendah, pertumbuhan bakteri akan terhambat," ujar dia.

Lebih jauh, Pranyata pun mengatakan, daging itu merupakan sumber protein tinggi yang disukai oleh bakteri. Dengan demikian bakteri cepat tumbuh. Dengan demikian, pada momentum kurban nanti, penanganan daging harus benar dan lebih cepat agar masyarakat dapat menerima daging kurban dengan kualitas yang baik.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X