Rabu, 19 Februari 2020

Mayoritas Penderita AIDS di Kabupaten Bandung Barat adalah Ibu Rumah Tangga

- 26 Juli 2019, 20:55 WIB
TIM dari Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi menggelar kegiatan penyuluhan penyakit HIV/AIDS di GOR Desa Batujajar Timur, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 26 Juli 2019.*/HENDRO SUSILO HUSODO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Meski bukan daerah dengan tingkat prevalensi yang terbanyak, penderita penyakit HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immunodeficiensy Syndrome) terdapat di seluruh desa di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Penderita dari kalangan ibu rumah tangga pun terbilang banyak. 

Dengan alasan tersebut, tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Jenderal Achmad Yani Cimahi menggelar kegiatan pemberdayaan wanita di GOR Desa Batujajar Timur, Jumat, 26 Juli 2019. Kegiatan yang diadakan berupa sosialisasi penyebaran HIV/AIDS, sekaligus pelatihan pembuatan produk fermentasi kimchi. 

Ketua pelaksana kegiatan, Perdina Nursidika mengatakan, kegiatan yang memanfaatkan dana hibah dari Kementerian Ristekdikti senilai Rp 40 juta itu ditujukan agar ibu rumah tangga di Batujajar Timur dapat meningkatkan kesadaran akan penyakit HIV/AIDS

"Kami ingin menjadikan ibu-ibu di sini aware terhadap penyakit HIV. Soalnya, HIV/AIDS di Bandung Barat itu kan salah satu yang tertinggi di Jawa Barat. Yang termasuk paling banyak penderitanya, adalah kalangan ibu rumah tangga. Dari mana, biasanya tertular dari suaminya," katanya.

Pelaksana Program HIV di Puskesmas Batujajar, Hani Nurani Permani menyatakan, kejadian kasus HIV di Batujajar sudah merata di setiap desa. Walaupun tidak menyebutkan jumlah penderitanya, dia mengatakan bahwa penderita HIV di Batujajar sudah banyak. 

"Dari LSL (Laki-laki Seks dengan Laki-laki), waria, ibu rumah tangga juga ada angka kejadiannya. Jadi memang kita harus lebih banyak bertindak agar masyarakat lebih perhatian. Kebanyakan kan masyarakat belum paham HIV itu apa, mereka hanya tahu HIV itu penyakit yang mengerikan," katanya.

Menurut dia, Dinas Kesehatan melalui petugas di Puskesmas berupaya menekan angka HIV/AIDS dengam cara melakukan penyuluhan di sekolah dan di lingkungan masyarakat. "Kami juga melakukan mobile visiting. Jadi, pemeriksaan tes HIV dilakukan dengan jemput bola ke komunitas-komunitas kunci, seperti komunitas gay, waria, pekerja seks komersial," katanya.

Sebagai langkah preventif, lanjut dia, setiap ibu hamil pun diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan HIV. Maksudnya ialah untuk menghindari penyakit tersebut menular kepada bayinya.

"Yang wajib diperiksakan itu pasien IMS atau infeksi menular seksual, pasien TBC, dan ibu hamil," ujarnya.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X