Jumat, 6 Desember 2019

Pengedar Obat Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

- 24 Juli 2019, 02:42 WIB
PETUGAS Satpol PP berhasil mengamankan seorang pengedar obat dari amukan massa.*/ENGKOS KOSASI/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Seorang pedagang, M. Idhar (34) yang diduga menyalahgunakan peredaraan obat-obatan di Kampung Pamagarsari RT 01/RW 06 Desa Pakutandang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung nyaris menjadi sasaran amuk massa, Selasa 23 Juli 2019 sore. 

Massa yang diperkirakan lebih dari 50 orang itu, mengerubuti Idhar, sesaat setelah jajaran Unit Satuan Polisi Pqmong Praja (Satpol PP) Kecamatan Ciparay bekerja sama dengan Bidang Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bandung dibantu jajaran TNI dari Garnisun dan Muspika Ciparay melakukan razia secara mendadak ke toko dan warung penjualan obat-obatan yang diduga disalahgunakan tersebut. 

Namun atas kesigapan tim gabungan itu, Idhar yang diketahui warga Aceh, pengedar penyalahgunaan obat-obatan tersebut  berhasil diamankan dari sasaran amuk massa. Yaitu dengan cara dimasukkan ke dalam mobil Patroli Satpol PP dan dilarikan ke Kantor Unit Satpol PP Kecamatan Ciparay. 

Pasalnya, warga sudah kesal atas ulah pelaku yang tetap nekat mengedarkan obat-obatan dengan sasaran pembelinya anak-anak sekolah, mulai siswa SMP dan SMA, meski ada di antara mereka merupakan warga pengangguran. Massa menilai, ulah pelaku yang nekat mengedarkan obat-obatan yang disalahgunakan itu telah meracuni anak-anak muda atau generasi penerus. 

Camat Ciparay Yusup Supriatna menegaskan, pelaku pengedar obat-obatan itu, sudah tiga kali terkena razia tim gabungan.  

"Pelakunya sama, itu-itu juga dan lokasinya pun sama. Tapi pelaku tak jera, walaupun pada razia yang ketiga kali ini nyaris diamuk massa. Kalau tak segera diamankan, pelaku menjadi sasaran amarah massa," kata Yusup didampingi Kanit Satpol PP Kecamatan Ciparay CA. Saefudin kepada wartawan Galamedia, Engkos KOsasih.

Yusup mengatakan, pada razia obat-obatan tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan lebih dari 3.000 butir  obat-obatan dari berbagai jenis, di antaranya obat berinisial T dan R. 
"Pada saat razia obat-obatan yang pertama didapati lebih dari 2.000 butir obat-obatan dan razia kedua lebih dari 1.000 butir dengan jenis obat-obatan yang sama. Tiga kali razia obat-obatan itu dalam kurun waktu sejak 2018 sampai 2019 ini," jelas Yusup. 

Camat berharap dengan adanya razia obat-obatan dan miras ini, di Kecamatan Ciparay zero miras dan obat-obatan yang rawan disalahgunakan oleh kaum muda yang menjadi harapan bangsa dan negara. 

"Kami juga mengimbau kepada semua kepala desa, komponen masyarakat untuk turut aktif memberantas miras dan penyalahgunaan obat-obatan. Jangan sampai warga menjadi korban," ujarnya.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X