Senin, 16 Desember 2019

Ada Sekolah Berbayar Sampah di Bandung Barat

- 22 Juli 2019, 07:59 WIB
SEJUMLAH siswa menunjukkan hasil kerajinan tangan dari eceng gondok di Sekolah Alam Bening Saguling, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.*/CECEP WIJAYA SARI/PR

AWALNYA, Bayu (12) tidak pernah membantu orangtuanya membersihkan lantai di rumah. Selain malas dan takut kotor, ia memang tak begitu peduli kebersihan.

Namun belakangan, sikap anak berkaca mata itu berubah. Sepulang sekolah, ia rajin menyapu dan mengepel lantai. Tak hanya itu, ia bahkan mengumpulkan sampah untuk dibawa ke sekolahnya.

"Memang PR di sekolah ini ya menyapu dan mengepel, terus ngumpulin sampah juga," katanya di Sekolah Alam Bening Saguling, Kampung Babakancianjur, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Lulusan SD negeri di Cihampelas ini memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah alam tersebut. Selain dekat dengan rumah, sekolah itu mengajarkannya berbagai hal, termasuk kecintaan terhadap alam dan lingkungan sekitar.

Bayu mendapatkan berbagai keterampilan baru di antaranya membuat tanaman aquaponik dengan media tanam eceng gondok. Dengan cekatan, ia memeragakan cara menanam dengan sistem aquaponik.

"Untuk potnya, bisa memakai botol plastik bekas. Lalu, isi dengan biji-bijian dan disiram dua kali sehari. Ini bisa tumbuh dan dipanen dalam waktu tiga minggu," katanya.

Guru Literasi Sekolah Alam Bening Saguling Edi Juharna mengatakan, sekolah alam tersebut baru dibuka tahun ini. Sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Bening Saguling milik Indra Darmawan itu didirikan dengan didasari kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Menurut dia, sekolah di tepian Sungai Citarum itu bukan hanya diprioritaskan bagi warga sekitar, tetapi juga menerima warga dari luar daerah.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X