Minggu, 15 Desember 2019

Poerwalaksana: Kami yang Berhak Membubarkan Gurka

- 19 Juli 2019, 02:15 WIB
KETUA Umum Gurka, Poerwalaksana saat memberikan keterangan pers, Kamis 18 Juli 2019.*/ANTHIKA ASMARA/GALAMEDIA

BANDUNG, (PR).- Pembubaran Gerakan untuk Ridwan (Gurka) yang di inisiasi oleh ketua dewan penasihat tidak mewakili secara keorganisasian. Barisan yang membubarkan pada Rabu 17 Juli 2019 siang, hanya bagian kecil dari Gurka yang menilai harapannya tidak sesuai.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Gurka, Poerwalaksana pada konferensi pers, Kamis 18 Juli 2019 di jalan Cimanuk, Kota Bandung. Menurut Poerwalaksana, harapan mereka tidak sesuai dan itu tidak sesuai dengan prinsip.

"Memang yang berhak membubarkan itu kami, bukan mereka yang hanya sebagian kecil saja. Sementara di presedium Gurka saja ada 90 orang," kata Poerwalaksana yang juga  insiator dan pendiri Gurka.

Poerwalaksana membantah pembubaran Gurka dilatarbelakangai kesulitan komunikasi antara relawan dengan Ridwan Kamil (RK). Termasuk adanya keluhan relawan Gurka tidak diakomodir dalam program kegiatan yang digagas RK dan wakilnya Uu Ruzhanul Ulum.

"Ketika baru dilantik kang Emil kita diundang ke Gedung Pakuan untuk audiensi. Terlepas sekarang dengan kesibukan beliau. Tapi banyak relawan kami juga dilibatkan program beliau, salah satunya Jabar Qiuck Respon (JQR)," ujarnya.

Menurut Poerwalaksana, pembubaran kelompok relawan ini karena adanya perbedaan pendapat. Dia melihat situasi tersebut tidak baik sehingga diputuskan untuk dibubarkan.

"Jangan diterjemahkan seperti organisasi seutuhnya. Intinya dibubarkan karena perbedaan prinsipnya, karena ada dari mereka yang harapkan (ke RK)," ucapnya.

Kemudian terkait akan dibentuknya ormas dari eks Gurka tersebut, Poerwalaksana mengaku, tidak khawatir dengan hal tersebut karena untuk membentuk suatu perkumpulan itu hak siapa saja.

"Itu hak mereka jika mau jadi ormas ya silakan," ujarnya kepada wartawan Galamedia Anthika Asmara.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X