Minggu, 15 Desember 2019

Kronik Pasar Pagarsih Kota Bandung, Dulu Sayuran Kini Kertas

- 16 Juli 2019, 14:00 WIB
PASAR Pagarsih/RAISSA YULIANTI

KINI, Pasar Pagarsih di Kota Bandung telah beralih fungsi menjadi sentra percetakan. Banyak pedagang yang rata-rata adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah tak sanggup lagi menyewa kios di dalam pasar karena harga sewa yang mahal.

Salah satu pasar terbesar di Kota Bandung yang terletak di Jalan Pagarsih itu juga dikenal dengan nama Pasar Ulekan. Pasar Pagarsih membelah Jalan Babakan Irigasi dan Jalan Natawidjaja, serta berhadapan dengan gundukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah yang berada di Jalan Pagarsih.

Kawasan Pagarsih memang terkenal dengan industri percetakannya. Namun belakangan, kawasan itu dikenal juga sebagai area langganan banjir.

Karena menjadi sentra percetakan, pasar Pagarsih yang kadang terendam banjir saat hujan deras kini beralih fungsi. Jika dahulu lantai 1 pasar dipenuhi para pedagang bahan makanan, sekarang sebagian kios diisi oleh pengusaha percetakan.

Akan tetapi, bukan berarti para pedagang bahan makanan “terjajah” oleh usaha percetakan. Pasar yang ada di lantai 1 masih tetap ramai pembeli bahan makanan.

Menurut warga setempat, pasar yang tumpah di halaman luar bangunan utama digunakan sebagai pasar basah sedangkan yang berada di lantai 1 bangunan utama sebagai pasar kering. Namun seiring waktu, diferensiasi itu terabaikan.

Pasar Pagarsih mencapai masa kejayaannya sekira tahun 2009. Ketika itu banyak pedagang ikan hias dari Jalan Muara berbondong-bondong pindah ke lantai 2 dan 3 Pasar Pagarsih. Sejak awal, lantai 2 dan 3 pasar difungsikan khusus sebagai pasar ikan. Namun, saat ini kondisinya terbengkalai dan beralih fungsi menjadi sentra percetakan, sama seperti lantai 1. Bahkan beberapa kios kosong tak berpenghuni.

Meski terlihat megah, siapa sangka dahulu pasar Pagarsih hanya berupa deretan kios yang disekat bilik. Kini, pamor Pasar Pagarsih tak lagi secemerlang sekira 15 tahun lalu ketika baru selesai direnovasi.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X