Senin, 20 Januari 2020

Musim Kemarau, Pasokan Air PDAM Digilir

- 15 Juli 2019, 21:21 WIB
*/DOK. PR

“Biasanya (alirannya) gede, jadi berkurang. Listrik naik karena ngisinya (tangki) kan lama. Saya gunakan air ledeng cuma untuk minum. Sementara yang lain kan betul-betul mengandalkan air ledeng, karena ada yang tidak punya penampungan sama pompa. Jadi karena kurang, ada warga yang harus beli air,” ujarnya.

Giliran

Kepala Sub Bidang Humas PDAM Tirtawening, M. Indra Pribadi mengatakan, saat ini kondisi untuk air di Badak Singa masih cukup normal. Debit masih normal di angka 2.400-2.600 liter per detik. Namun, untuk kemarau sudah mulai terasa dari air baku sudah mulai menurun. Ada penurunan dari Situ Cipanunjang hampir 5 meter dari kapasitas 21 meter.

“Untuk masyarakat yang mengalami keluhan biasanya bersifat kasuistik. Tinggal melaporkan ke petugas wilayah pelayanan terdekat. Penggiliran itu kewajiban dari wilayah pelayanan terkait. Ada yang memang satu hari sekali, dua hari sekali. Di musim kemarau ini kita berharap masyarakat berhemat air dan memiliki penampungan untuk penyimpanan air,” ujarnya.

Indra menambahkan, PDAM Tirtawening juga mengantisipasi dengan memberikan pelayanan tangki air minum bagi warga yang membutuhkan. Penyediaan tangki air minum ini bersifat gratis sebagai bagian dari pelayanan PDAM Tirtawening Kota Bandung kepada para pelanggan. Warga yang membutuhkan dapat berkelompok 5-10 kepala keluarga dan berkoordinasi dengan petugas wilayah pelayanan.

Warga yang menginginkan layanan ini bisa menghubungi petugas wilayah di nomor 022-2503031 untuk wilayah utara, dan 022-7204227 untuk wilayah timur. Petugas akan mengirimkan tangki air minum berukuran 5000 meter kubik atau 3000 meter kubik sesuai kebutuhan warga.

“Syaratnya warga harus memesan secara kolektif. Kalau memesan perorangan, ada pembiayaan sendiri. Kalau kolektif gratis, setelah itu nanti kami minta ada koordinator warga. Setelah kami antarkan tangki itu, koordinator warga ini yang akan mengatur pembagiannya kepada warga. Satu tangki bisa untuk 5-10 rumah,” ujar Indra.***

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X