Minggu, 8 Desember 2019

Musim Kemarau, Pasokan Air PDAM Digilir

- 15 Juli 2019, 21:21 WIB
*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Sejumlah warga Kota Bandung mulai mengalami kesulitan air PDAM. Di Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, beberapa warga terkena giliran distribusi air dari PDAM Tirtawening Kota Bandung.

“Biasanya air ngalir dua hari sekali. Kadang kalau dari pagi ditunggu, keluarnya sedikit. Kadang sebentar ada, terus mati lagi. Setelah sore baru lumayan. Sudah lama kayak gini,” tutur Omah (50), warga Kelurahan Babakan Asih, saat ditemui di rumah tinggalnya, Senin, 15 Juli 2019.

Ia mengaku kesulitan mengakses air bersih, terutama saat musim kemarau seperti sekarang. Berbeda dengan tetangga lainnya yang memiliki persediaan air cadangan dari sumur, Omah bergantung pada pasokan air PDAM.

Ia berharap layanan air bersih itu bisa mengalir lancar setiap hari. Di Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, pasokan air PDAM juga naik-turun. Ketua RT 03/RW 01, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Budi Z. mengatakan, beberapa warga mulai melaporkan pasokan layanan air bersih yang mulai berkurang semenjak kemarau.

“Sudah beberapa hari memang tidak normal (pasokan air PDAM). Enggak seperti biasa. Semenjak kemarau,” ujarnya.

Dari laporan warga, kata dia, ada beberapa yang mengalami kekurangan pasokan air pada jam-jam tertentu. Mereka pun mulai coba-coba memprediksi jadwal distribusi air, meskipun harus menunggu hingga dini hari.

“Kalau kekurangan air, mereka coba-coba mulai sedot airnya pada jam tertentu. Kadang-kadang jam 2 atau jam 5 subuh,” katanya.

Sementara Budi telah menyiasati kemarau dengan membangun tangki penampungan yang ditanam di bawah garasinya. Pasokan air PDAM dibiarkan mengalir dan diatur pelampung otomatis saat tangki penuh.

Meski begitu, berkurangnya pasokan air juga sudah ia rasakan. Konsumsi listrik bertambah karena fungsi pompa bergantung pada pasokan air.


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X