Sumbangan ASN Jabar Rp 1 Miliar Berkontribusi Bebaskan Eti Binti Toyib Anwar dari Hukuman Mati

- 13 Juli 2019, 12:51 WIB
ILUSTRASI. Pekerja Migran Indonesia.*/ DOK PR

BANDUNG, (PR).- Sumbangan ASN Provinsi Jawa Barat berkontribusi dalam membebaskan Eti Binti Toyib Anwar, pekerja migran asal Majalengka yang terancam eksekusi hukuman mati di Arab Saudi. Sumbangan ASN pemprov sebesar Rp 1 miliar pada saat idul fitri kemarin cukup meringankan kewajiban negara untuk membebaskan Eti. 

"Alhamdulillah, semula rekening diyat syari itu hanya berisi 4000 SAR, lalu atas inisiatif Gubernur Jabar Ridwan Kamil melalui sodaqoh PNS Pemprov Jabar jelang Idul Fitri, sebesar Rp 1 miliar ditransfer ke Rekening tersebut, disusul Kemenlu sebesar Rp. 1,5 miliar, barulah donasi melalui para dermawan oleh Dubes RI di Saudi Arabia, terkumpul kurang lebih 4 Juta SAR untuk memenuhi Diyat Syari pengampunan untuk Eti bt Toyib Anwar," Ujar Kepala Dinas Teenage Kerja dan Transmigrasi Jabar,  M Ade Afriandi kepada "PR".

Dengan genapnya syarat tersebut, kata dia, pihaknya sudah memastikannya dengan mengontak langsung KJRI Jeddah dan Pejabat Kemenlu/PMNI-BHI yang menangani kasus Eti. "Merekalah yang melobi sejak dijatuhi hukuman mati sampai dengan mendapat pengampunan," ucap dia. 

Ade pun bersyukur dengan kabar tersebut karena perjuangan mereka berbuah manis. Pihaknya tinggal menunggu proses administrasi di Arab Saudi. 

"Alhamdulillah Saya sudah dikabari langsung dari pak Safaat Konsuler KJRI Jeddah, untuk Eti sekarang tinggal menunggu proses administrasi dari Mahkamah Pengampunan di Saudi Arabia," ujar dia. 

loading...

Sebelumnya, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf meminta pemerintah lebih proaktif dalam menghadapi sejumlah kasus eksekusi mati terhadap buruh migran yang ada di luar negeri. Pemerintah harus meningkatkan hubungan diplomasi maupun komunikasi dengan harapan bisa menyelamatkan nyawa buruh migran yang terjerat hukuman eksekusi di perantauan mereka. 

Seperti halnya kasus yang menimpa Eti binti Toyib, warga Majalengka Jawa Barat yang saat ini tengah menunggu giliran eksekusi di Arab Saudi. Kabarnya Eti bisa bebas dari hukuman qisas tersebut jika Eti bisa memenuhi permintaan sejumlah uang yang saat ini sisanya tinggal Rp 10 miliar lagi. 

Untuk diketahui soal qisas di Arab Saudi, pemimpin negara setempat tidak bisa membebaskan terhukum qisas, hanya keluarga korban yang bisa memaafkan namun dengan syarat hingga bisa terbebas dari qisas. 

Menurut dia, Pemerintah bisa mengupayakan terjadi negosiasi sehingga angka yang diminta tidak sefantastis tersebut. Pasalnya keluarga Eti akan sulit memenuhi jumlah ganti rugi yang harus dipenuhi. Di sana kehadiran negara harus ada. 

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X