Angkot Keluhkan Rekayasa Jalan Sukajadi

- 13 Juli 2019, 08:01 WIB
PETUGAS Dinas Perhubungan memberikan arahan kepada pengendara yang mencoba memutar ke arah menuju Jalan Sukajadi bawah, Kota Bandung, Kamis, 11 Juli 2019. Pemerintah Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung melaksana­kan rekayasa lalu lintas kawasan Sukajadi, Cipaganti, dan Setiabudi menjadi satu arah sebagai upaya untuk mengurai ke­macetan yang terjadi khususnya saat akhir pekan.*/ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Sopir angkot yang terkena dampak dari rekayasa kawasan Sukajadi-Setiabudhi-Cipaganti melakukan aksi mogok beroperasi, di Taman Bundaran Sukajadi, Jumat, 12 Juli 2019. Melalui musyawarah dengan Polrestabes dan Dinas Perhubungan Bandung, kumpulan sopir dari sejumlah trayek akhirnya menerima penerapan jalur baru sampai kepastian rute ditentukan pada akhir masa uji coba.

Sopir angkot yang terdampak menganggap rekayasa jalur telah mempersulit operasional angkot akibat sejumlah pengalihan rute. Pengemudi dihadapkan pada bertambahnya trayek yang harus bersaing mengangkut penumpang, terutama di Jalan Sukajadi.

“Kami enggak enak. Masa kita harus bertengkar setiap hari. Sopir angkot masih menjaga kondusifitas di jalur ini. Ini semua dari beda-beda trayek. Kami berkumpul biar tidak ada gesekan,” ujar Dede (45), sopir angkot trayek Sederhana-Buahbatu, di Jalan Sukajadi.

Setelah rekayasa diberlakukan, trayek angkot yang melintas Jalan Sukajadi bertambah dari 7 trayek menjadi 11 trayek. Dengan perubahan baru itu, kata Dede, rute yang harus ditempuh semakin jauh. Rute mobil yang biasanya mengarah ke sejumlah kantong penumpang diarahkan naik ke jalan layang Pasupati.

“Kalau kami lewat Balubur jadi nambah rute, biaya, sedangkan penumpang tidak ada. Kalau bisa dikembalikan lagi rutenya ke semula,” katanya.

loading...

Kondisi serupa dialami Dedi (42), sopir angkot jurusan Kebon Kalapa-Sukajadi. Pengalihan rute yang diarahkan ke jalan layang Pasupati memunculkan pertemuan dengan trayek yang selama ini tidak bersinggungan.

“Jarak tempuh semakin jauh karena harus ke atas jalan layang. Pas turun jadi ketemu Caringin-Sadangserang, sama Cisitu-Tegallega,” ujarnya.

Penumpang angkot juga ikut kesulitan. Neneng (46), warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kebingungan menentukan angkutan umum yang harus digunakan menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Biasanya ia bisa dengan mudah mengakses gerbang RSHS sesaat turun dari Damri yang ia tumpangi dari Ledeng. Kali ini, ia terpaksa turun di Cipaganti.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X