Senin, 9 Desember 2019

Pemprov Jawa Barat Desak Percepatan Tol Cisumdawu

- 10 Juli 2019, 21:00 WIB
PROYEK pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di area Cisumdawu Tunnel Project di kampung Sawah Buah, desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin 18 Maret 2019. Proyek pembuatan jalan tol Cisumdawu terus digenjot sebagai upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya di Jawa Barat.*/ADE MAMAD/PR

BANDUNG,(PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong agar penyelesaian pembebasan lahan di Tol Cisumdawu berlangsung cepat. Hal itu terlebih untuk mempercepat akses menuju Bandara Internasional Kertajati bisa dioperasikan pada tahun 2020 mendatang.

Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengakui Kementerian PUPR, Kementerian BUMN dan BPJT sudah meminta Pemprov membantu akselerasi pembangunan Tol Cisumdawu terutama di seksi I Cileunyi-Rancakalong dan Seksi II Rancakalong-Sumedang. Gubernur pun memberikan arahan serupa. “Kuncinya untuk dua seksi ini ada di konsinyasi lahan,” ujarnya pada wartawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu, 10 Juli 2019.

Berdasarkan laporan satker tol Cisumdawu, saat ini untuk seksi I yang sudah mencapai 68 persen sejumlah lahan yang dibebaskan tinggal menunggu pemberkasan. Sementara seksi II yang sudah menuntaskan pembesasan seluas 92 persen sisanya tinggal menunggu hasil konsinyiasi. Dari 51 lahan yang dikonsinyasi tinggal 34 lahan yang belum bersedia. Sisanya, 17 lahan sudah bersedia dilakukan pembayaran dan segera pembebasan lahan.

Selain itu, pihaknya juga akan mendorong proses pengajuan konsesi lahan Perhutani yang diajukan oleh Badan Usaha Jalan Tol Cisumdawu PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) untuk seksi VI Ujungjaya-Dawuan izinnya bisa berlangsung cepat. Jumlah lahan Perhutani yang akan terkena jalan tol tersebut seluas 160 hektar . “Ini sedang dalam proses. Kita bantu proses administrasi termasuk pergantiannya,” katanya.

Iwa menambahkan, dengan langkah-langkah tersebut diharapkan seksi I, seksi II dan juga seksi III Cileunyi bisa dioperasikan akhir 2019 atau awal 2020 mendatang.

Terpisah, Direktur Teknik PT Citra Karya Jabal Tol (CKJT) Bagus Medi mengatakan, perkembangan terkini, seksi III sepanjang 4 kilometer saat ini sudah menunjukan progres pembangunan fisik yang signifikan. Fisiknya sudah 74 persen, sehingga pihaknya optimistis Oktober 2019 selesai.

Percepatan pada seksi III tersebut terjadi mengingat penguasaan lahan oleh CKJT di seksi tersebut tinggal menyisakan 1 persen. Jika Oktober sudah rampung, pihaknya memprediksikan bahkan optimistis ruas ini bisa dioperasikan bersamaan dengan seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang 17 kilometer.

Usai seksi III, lanjut dia, CKJT akan memprioritaskan pembangunan fisik di seksi VI Ujungjaya-Dawuan untuk mendukung akses ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Terlebih penguasaan lahan di seksi tersebut jauh lebih baik dibanding seksi IV dan V. Saat ini Seksi IV dan V ketersediaan lahannya masih 0 persen, sedangkan seksi VI sudah 16 persen.

Bagus mengatakan, untuk mempercepat seksi VI pihaknya meminta bantuan dari Pemprov Jawa Barat untuk memfasilitasi penggunaan lahan milik Perhutani yang mencapai 58 persen kebutuhan lahan supaya bisa melakukan konstruksi. Diakui dia, surat pengajuan konsesi pemakaian lahan ini sudah diserahkan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Kami tinggal menunggu izin lebih lanjut.  Sekarang posisinya menunggu lahan, kami belum bisa melaksanakan konstruksi kalau lahan masih 16 persen,” ujarnya.***



Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X