Jumat, 6 Desember 2019

PT KAI Gelar Indonesia Marching Ensemble Competition 2019 untuk Kembangkan Potensi dalam Marching Band

- 7 Juli 2019, 18:08 WIB
VP Corporate Social Responsibility KAI, Agus Supriyono, membuka kejuaraan Indonesia Marching Ensemble Competition (IMEC) Tahun 2019 di GOR Saparua Kota Bandung, Minggu, 7 Juli 2019. Ia mengatakan, kejuaraan itu diselenggarakan untuk memberikan wadah bagi anak muda dalam menyalurkan bakat dan mengembangkan kreativitas di bidang musik, khususnya marching band, dan bentuk kontribusi PT KAI untuk pengembangan potensi generasi muda.*/YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR

BANDUNG, (PR).- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyelenggarakan kejuaraan Indonesia Marching Ensemble Competition (IMEC) Tahun 2019. Kejuaraan yang pertama kalinya diselenggarakan tersebut merupakan ajang perlombaan skala nasional yang khusus untuk mempertandingkan kecakapan musik dan juga visual secara detail. 

VP Corporate Social Responsibility KAI, Agus Supriyono, mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan ini ditujukan untuk memberikan wadah bagi anak muda dalam menyalurkan bakat dan mengembangkan kreativitas di bidang musik, khususnya marching band. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kontribusi PT KAI agar generasi muda memiliki kegiatan positif sekaligus memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kreasi yang dimiliki.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tanggungjawab KAI sebagai BUMN yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat," ujar Agus mewakili Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, saat membuka kegiatan tersebut di GOR Saparua, Bandung, Minggu, 7 Juli 2019.

Agus memaparkan, jenis yang dilombakan adalah individual dan sectional sebanyak 11 mata lomba. Jenis lomba itu antara lain Solo Marimba, Solo Color Guard, Front Ensemble, Trumpet Ensemble, Mellophone Ensemble, Snare Ensemble, Flag Competition, Weapon Competition, Baritone Ensemble, Tuba Ensemble, dan Bass Drum Ensemble.

Jumlah kontestan yang mengikuti kompetisi ini sebanyak 55 nomor peserta dengan total 150 orang. Para peserta lomba akan memperebutkan piala bergilir Menteri BUMN, piala tetap Direktur Utama KAI, sertiflkat, dan uang pembinaan senilai puluhan juta rupiah. 

“Kejuaraan IMEC akan diselenggarakan setiap tahun. Ajang ini diharapkan dapat memberikan kesempatan baik kepada marching band maupun perorangan di seluruh lndonesia untuk berkompetisi secara nasional. Dengan semakin sering mengikuti kompetisi di level domestik, semoga akan ada talenta-talenta yang bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah perlombaan marching band skala intemasional,” ujar Agus Supriyono..

Sehari sebelumnya, pada 6 Juli 2019, panitia IMEC 2019 juga telah melaksanakan coaching clinic bagi peserta lomba yang disampaikan narasumber yang sudah profesional di dunia marching band. Materi yang diberikan dalam coaching clinic di antaranya Brass oleh Eric Awuy dari Jakarta dan Front Ensemble oleh Jonathan Fox dari Singapura. 

Ketua Dewan Juri IMEC 2019, Benny Prasetyo, mengatakan, untuk perorangan maka yang dinilai adalah skill dari permainannya, serta ekspresi atau emosi dari lagu yang ditampilkan. Sedangkan untuk ensemble, penilaiannya bukan hanya musik, tetapi juga visual dan sound performance.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X