Sabtu, 7 Desember 2019

Penyegelan Pabrik Girder Dicabut, Proyek Kereta Api Cepat Dilanjutkan

- 6 Juli 2019, 09:40 WIB
DUA orang anak bermain di lokasi pabrik pembuatan girder kereta cepat yang telah disegel di Kopo, Bandung, Senin 4 Februari 2019. Pemerinah Kota Bandung melakukan penyegelan terhadap PT Central International Property (CIP) yang memproduksi girder kereta cepat karena disinyalir tidak memiliki IMB dan Amdal./ANTARA FOTO

BANDUNG, (PR).- Segel Pemerintah Kota Bandung atas pabrik girder di Kelurahan Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, telah dicabut. Pembangunan proyek Kereta Api Cepat Indonesia Cina di Kota Bandung bisa dilanjutkan.

“Karena itu kan tanah kami sewa. Tetapi sudah kita fasilitasi, ketemu semua, warga dengan pemilik tanah. Sudah ada deal-nya. Kalau sudah deal, kita jalankan. Sudah jalan,” tutur Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra, seusai menandatangani perjanjian kerjasama antara aset TNI Kodam III Siliwangi dengan aset PT KCIC, dengan Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Tri Soewandono, di Bandung, Jumat, 5 Juli 2019. 

Saat ini, Pemkot Bandung telah menerima permohonan izin untuk melaksanakan proyek tersebut di titik yang berada di wilayah Kota Bandung. Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna, di Balai Kota Bandung, belum lama ini mengatakan, salah satu perizinan itu adalah soal jalan pintas di wilayah Kelurahan Cirangrang yang beberapa waktu lalu sempat dipermasalahkan masyarakat setempat.

“Sekarang itu sudah selesai dan sudah ada pernyataan kesepakatan masyarakat dengan si investor. Itu sudah di atas materai, mereka sudah tidak ada masalah. Ganjalannya hanya tinggal itu dan sudah tidak ada masalah, ya tinggal diproses,” tuturnya.

Ema menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung mendukung akselerasi pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang ditargetkan rampung pada 2021 mendatang. Pemkot Bandung akan membantu sesuai dengan kapasitas kewenangannya.

Ema meminta agar KCIC bisa melengkapi persyaratan administratif. Sehingga Pemkot Bandung bisa langsung memproses izin tersebut. Secara regulasi, Ema akan meminta jajarannya mempercepat proses izin.

“Karena kepastian hukum itu harus diutamakan. Apalagi ini program strategis nasional yang harus didukung,” katanya.

Pabrik girder yang ada di sekitar Gerbang Tol Kopo itu merupakan salah satu lokasi produksi balok girder dari tiga pabrik yang dibangun PT KCIC. Pabrik girder lainnya berada di sekitar bekas Gerbang Tol Cikarang Utama, dan satu lainnya di Purwakarta.

Pabrik akan memasok girder bagi kebutuhan jalur kereta. Dari 142.3 kilometer, lebih dari 50% atau sekitar 83 kilometer struktur konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terdiri dari konstruksi melayang dan jembatan. Konstruksi melayang terpanjang akan terbentang sepanjang 36 kilometer mulai dari Kabupaten Bekasi hingga Kabupaten Karawang.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X