Senin, 24 Februari 2020

Tagih Penunggak Pajak, Pemerintah KBB Gandeng Kejaksaan

- 4 Juli 2019, 09:46 WIB
ILUSTRASI insentif pajak.*/DOK. KABAR BANTEN

NGAMPRAH, (PR).- Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna meminta agar puluhan pengusaha yang menunggak pajak segera menuntaskan kewajibannya. Ia juga menginstruksikan bawahannya agar terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Bale Bandung guna mengawal penagihan pajak.

"Saya minta jajaran yang berwenang menangani persoalan pajak (Pajak I di BPKD) agar fokus mengawal tunggakan pajak para pengusaha tersebut, dan berkoordinasi dengan Kejaksaan. Bila perlu, jajaran TKK (tenaga kerja kontrak) turun ke lapangan ikut membantu supaya tunggakan ini bisa ditarik di tahun ini,” kata Aa Umbara, Rabu, 3 Juli 2019. 

Dia mengungkapkan, penagihan terhadap puluhan pajak">penunggak pajak tersebut harus segera diselesaikan. Sebab, tunggakan pajak tersebut akan berdampak pada pengurangan pendapatan asli daerah. Padahal, setiap tahun PAD ditargetkan harus naik.

Miliaran rupiah

Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bandung Barat mencatat, ada 57 wajib pajak yang berlatar belakang pengusaha di beberapa sektor, mulai dari pengusaha hotel, restoran, parkir, reklame, pajak air tanah, dan hingga galian C. Total tunggakan pajak mencapai Rp 6,7 miliar, tetapi setelah ditangani Kejaksaan bisa ditarik Rp 2,4 miliar.

Umbara meminta agar setiap pengusaha taat pada kewajibannya dalam membayar pajak. Apalagi, pemerintah selama ini sudah membuka kesempatan bagi pengusaha yang ingin berinvestasi.

“Namun, kewajiban pengusaha membayar pajak tepat waktu harus dipenuhi. Malu lah kalau sampai menunggak gitu, apalagi sekarang harus berurusan dengan Kejaksaan, kan perusahaan di KBB juga tidak ada yang bangkrut,” katanya. 

Menurut dia, seharusnya setiap perusahaan atau pengusaha bisa ikut berkontribusi dalam mendukung program pemerintah di berbagai bidang. Sebab, berbagai program pembangunan, seperti infrastruktur jalan, rutilahu, kesehatan, pendidikan, dan pengurangan angka kemiskinan bersumber dari pendapatan atau pajak.

Genjot PAD

Umbara menambahkan, saat ini pihaknya sedang fokus untuk menggenjot PAD, khususnya di sektor wisata. Hal itu dibuktikan dengan mengunjungi kawasan wisata Bukit Senyum di Kecamatan Cikalongwetan belum lama ini bersama rombongan Kepala SKPD.

“Kami optimistis, dibukanya 10 destinasi wisata baru nanti akan mampu menambah PAD baru. Minimal bisa mendapat PAD sekitar Rp 50 miliar hingga Rp 70 miliar. Jadi, 10 destinasi wisata baru ini ditargetkan tahun 2020 dibangun dan 2021 mulai beroperasi,” katanya.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X