Jumat, 6 Desember 2019

Warga Diminta Waspada Kebakaran saat Kemarau

- 2 Juli 2019, 21:39 WIB
ILUSTRASI.*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Memasuki kemarau, masyarakat di Kabupaten Bandung Barat diimbau agar waspada terhadap ancaman kebakaran. Di musim ini, beberapa daerah rawan kebakaran akibat semak belukar yang terbakar.

Kepala Bidang Kebakaran pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran KBB Nanan Sunandar mengungkapkan, beberapa daerah rawan kebakaran semak belukar di antaranya  kawasan Kota Baru Parahyangan, Batujajar, Cipatat, Cihampelas, dan Cipeundeuy.

"Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran alang-alang. Sebab, itu bisa jadi pemicu kebakaran di musim kemarau,"  katanya, Selasa, 2 Juli 2019.

Menurut dia, kebakaran akibat terbakarnya semak belukar juga mendominasi kejadian pada musim kemarau tahun lalu. Selain itu, penyebab kebakaran lainnya yaitu hubungan pendek arus listrik dan kompor akibat penghuni rumah lupa mematikan api.

Nanan juga mengungkapkan, para personelnya dihadapkan pada masalah minimnya pasokan air pada musim kemarau ini. Hal ini dikhawatirkan menambah peristiwa kebakaran yang sulit diatasi petugas damkar.

"Musim kemarau biasanya kami dihadapkan pada persoalan meningkatnya kejadian kebakaran dan terbatasnya sumber air yang bisa digunakan akibat kekeringan," ujarnya.

Dia menyebutkan, ada beberapa sumber air yang selama ini sering dipergunakan oleh anggotanya dalam menanggulangi kebakaran. Di antaranya, saluran irigasi di Caringin Padalarang, Rende, Cikalongwetan, Lembang, dan Waduk Saguling di Kecamatan Cililin. Dikhawatirkan, ketika musim kemarau sumber-sumber air itu mengering, sehingga tidak bisa dimanfaatkan.

Selain ancaman menyusutnya debit air, jarak pos damkar ke lokasi-lokasi tersebut juga cukup jauh. Apalagi, banyak titik rawan macet di kawasan perkotaan, sehingga membuat ruang gerak mobil damkar menjadi lambat.

"Akibatnya, waktu respons kedatangan petugas ke lokasi kebakaran sering kali terlambat. Belum lagi kondisi geografis KBB yang sangat luas dan keterbatasan mobil damkar yang dimiliki," ujarnya.


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X