Jumat, 5 Juni 2020

Diduga Belanja Pakai Uang Palsu di Cimindi, Seorang Ibu Diamankan

- 2 Juli 2019, 18:59 WIB
null

CIMAHI, (PR).- Seorang perempuan paruh baya berinisial UM (55) diamankan jajaran Polsek Cimahi, diduga menggunakan uang palsu untuk berbelanja di Pasar Cimindi Jalan Maha Martanegara, Kota Cimahi, Selasa, 2 Juli 2019. Pedagang melaporkannya karena khawatir dirugikan dengan aksi UM.

Ketua Forum Paguyuban Pedagang Pasar Cimindi, Asep Rodendi mengatakan, temuan penggunaan uang palsu bermula dari kecurigaan pedagang di pasar. Menurutnya, UM sudah mendatangi beberapa toko, namun saat belanja kopi susu di toko milik Lilis, penjual curiga dengan uang yang digunakan.

"Si pedagang ini sudah pernah dapat uang palsu, jadi curiga dengan uang yang diterima dari ibu tersebut. Kemudian orang itu digeledah, dan ditemukan uang palsu," ujarnya.

Setelah digeledah dan dilakukan interogasi, pengelola pasar melaporkan adanya temuan dugaan uang palsu itu kepada pihak kepolisian. Menurut Asep, modus yang digunakan UM adalah melakukan transaksi menggunakan uang pecahan Rp 100 ribu. "Tapi belanjanya hanya kisaran Rp 10 ribu saja. Dugaan, dia mengincar uang kembalian yang didapat.

"Ada uang kembaliannya Rp 50 ribu, sudah banyak. Sebelumnya juga ada pernah ada uang palsu di sini, tapi kalau orang ini baru lihat. Kita laporkan karena pedagang dirugikan dengan aksi ini, kasihan lah modal dagang kena penipuan bagaimana bisa dapat untung," ungkapnya

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Cimahi Kompol Indarto mengatakan, pihaknya mengamankan pelaku berinisial UM (55), warga Babakan Loa, Kelurahan Pasir Kaliki, Kecamatan Cimahi Utara, ketika sedang berbelanja kopi di salah satu kios di Pasar Cimindi. "Benar telah mengamankan seorang ibu yang transaksi jual beli di kios menggunakan uang palsu, berdasarkan laporan dari pedagang ke bhabinkamtibmas," ujarnya di Mapolsek Cimahi Jalan Encep Kartawirya, Kota Cimahi.

Pelaku berbelanja kopi menggunakan uang pecahan Rp100 ribu, dengan total belanja Rp10 ribu. Lalu mendapat uang kembalian dari pedagang uang pecahan Rp50 ribu selembar, dan uang Rp20 ribu dua lembar. UM juga membeli barang serupa di kios lain dengan menggunakan uang pecahan Rp100 ribu lainnya. 

"Seharusnya dia bisa pakai uang kembalian, kenapa harus menggunakan uang Rp100 ribu lagi. Alasannya mau merecehkan uangnya. Nah di kios inilah pelaku ketahuan belanja dengan uang palsu," jelasnya. 

Pengurus pasar langsung mengejar pelaku untuk kemudian dibawa ke kantor polisi. Setelah dicek oleh pihak kepolisian, dari tangan pelaku masih ada beberapa lembar uang pecahan Rp100 ribu yang belum dibelanjakan. "Totalnya itu ada uang Rp500 ribu dengan pecahan Rp100 ribuan. Sekarang sedang kita dalami darimana pelaku ini dapat uang palsu, apakah dia sindikat atau juga korban," tuturnya.

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X