Rekayasa Jalan Sukajadi-Cihampelas-Setiabudi Segera Diujicoba

- 27 Juni 2019, 20:12 WIB
SUASANA lalu lintas di Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Selasa, 7 Mei 2019. Sejumlah warga menyambut baik rencana rekayasa jalan di kawasan Sukajadi, Setiabudhi, dan Cipaganti. Meskipun begitu, mereka meminta rekayasa jalan bisa mengantisipasi kemacetan di titik pertemuan jalan dua arah yang terdampak.*/ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Rapat persiapan rekayasa kawasan Sukajadi-Setiabudi-Cipaganti yang dilakukan Polrestabes, Dinas Perhubungan Kota Bandung, dan pihak terkait sudah memasuki tahap akhir. Uji coba perubahan jalur yang sebagian besar menjadi satu arah akan segera dijalankan.

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza mengatakan, sorotan utama dari perubahan jalur itu mengarah pada percepatan waktu tempuh. Dari hasil kajian, titik-titik kepadatan terurai yang menciptakan peningkatan kecepatan rata-rata serta pengurangan waktu tempuh kendaraan.

“Saat ini telah ada timeline pelaksanaan. Sifatnya masih perlu uji coba. Kalau hasil software VSim sudah terlihat penyebaran titik kepadatan. Titik merahnya sudah mulai berkurang, baik itu panjangnya, titiknya, yang tadinya panjang, sekarang mulai berkurang. Jadi relatif warnanya kuning,” ujar Reza, seusai rapat bersama Dishub Kota Bandung, TNI, pengusaha angkot, dinas terkait, dan pihak terlibat lain, di Bandung, Kamis, 27 Juni 2019. 

Selama ini, kata dia, titik merah yang menjadi kepadatan banyak terjadi di Jalan Sukajadi. Hambatan terjadi akibat pertemuan kendaraan mulai dari simpang Jalan Eyckman, Sukagalih, mal PVJ, Taman Sukajadi, Jalan Cemara, hingga akses dari Jalan Setiabudi. 

Dengan arus satu arah dari bawah, akses dari jalan-jalan kecil juga diarahkan ke utara Jalan Sukajadi, titik crossing (perlintasan) kendaraan dihilangkan.

loading...

“Yang tadinya di beberapa titik kepadatan nanti loss, hilang, maka kecepatan bertambah,” tuturnya.

Lebih leluasa

Reza mengatakan, kelancaran juga akan terasa di Jalan Setiabudi. Selama ini, jalur dua arah hingga Rumah Mode padat karena terjadi penyempitan jalan. Dengan rekayasa satu arah, kendaraan lebih leluasa menuju Jalan Cipaganti dan Jalan Cihampelas.

Jalan Cihampelas yang selama ini selalu padat juga akan terkena imbas. Hasil kajian memunculkan pengurangan kepadatan. Reza menjelaskan, kondisi itu muncul akibat terciptanya alternatif baru menuju pusat kota, yakni melalui Jalan Cipaganti yang telah menjadi satu arah.

Selama ini, kata dia, pengendara hanya punya satu pilihan melalui Jalan Cihampelas. Padahal lebar jalan mulai dari RS Advent mengalami penyempitan, persis di bawah Skywalk Cihampelas. 

Halaman:

Editor: Endah Asih


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X