Kampus di Jabar Harus Bebas Narkoba

- 27 Juni 2019, 12:17 WIB
null

BANDUNG,(PR).- Perguruan tinggi se-Jawa Barat membangun komitmen untuk melakukan perang terhadap narkoba yang kini penyalahgunaannya sudah mengkhawatirkan. Kampus ingin mewujudkan para dosen, karyawan, dan mahasiswa sebagai kampus "bersinar", bebas dari penyalahgunaan narkoba.

"Ada 378 perguruan tinggi swasta (PTS) dan 13 perguruan tinggi negeri (PTN) yang terbagi menjadi delapan komisariat. Kami akan membentuk delapan cabang Artipena di delapan komisariat," kata Ketua Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Jabar Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom dalam pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Artipena Jabar, di aula Unpas Jalan Setiabudi, Kamis, 27 Juni 2019.

Menurut Eddy Jusuf, narkoba sudah merambah ke semua lini kehidupan termasuk ke lembaga pendidikan. "Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lalu meluas ke masyarakat dan lembaga pendidikan," katanya.

Sedangkan Ketua Bidang Organisasi DPP Artipena, Suyanto mengatakan, Artipena merupakan mitra bagi pemerintah khususnya Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba. "Artipena sudah terbentuk di 14 provinsi dengan dua provinsi yang menyusul adalah Bali dan Papua Barat. Alhamdulillah daerah-daerah semangat untuk membuat hidup bersih dari narkoba," katanya dalam acara dihadiri Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum dan para rektor perguruan tinggi itu.

Dia menambahkan, perguruan tinggi diharapkan memiliki mata kuliah tersendiri soal narkoba untuk menyadarkan bahayanya narkoba. "Demikian pula dengan penelitian dan pengabdian masyarakat tentang narkoba yang bisa dilaksanakan perguruan tinggi. Negara-negara luar tak ingin Indonesia maju sehingga mengganggu yang salah satunya dengan mengirim narkoba," ujarnya.

Suyanto mengatakan, Indonesia dikepung 72 jaringan internasional peredaran narkoba yang mengirimkan narkoba karena keuntungannya sangat besar. "Satu jaringan internasional memiliki omset narkoba yang diperkirakan mencapai Rp 1 triliun. Bahkan, di Tiongkok narkoba kelas sabu-sabu diproduksi skala rumah tangga, tapi enggak boleh dijual kepada warga negara Tiongkok," ucapnya.***

Editor: Erwin Kustiman


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X