Selasa, 25 Februari 2020

Respons Bantuan Bank Dunia, Bandung Siapkan 16 Lahan untuk Dukung Citarum Harum

- 25 Juni 2019, 18:53 WIB
ANAK-anak bermain di bantaran aliran Sungai Citarum di Kampung Balero, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa 25 Juni 2019. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah pusat maupun daerah melalui usulan dan perencanaan untuk mewujudkan program Citarum Harum dengan kucuran dana yang tidak sedikit.*/ADE MAMAD/PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung menyatakan kesiapannya mengelola bantuan dari Bank Dunia terkait penanganan sampah.

Kesiapan itu merupakan wujud dukungan Pemkot Bandung dalam menyambut program “Improvement of Solid Waste Management to Support Regional Area and Metropolitan Cities” pada 2020.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, bantuan tersebut tidak berupa kucuran dana, tetapi berbentuk barang. Nantinya, Pemkot Bandung yang akan mengelola barang tersebut.

“Kota Bandung berkomitmen menjalankan program ini. Kami sanggup dan menjamin kegiatan operasional,” ujarnya di Kota Bandung, Selasa 25 Juni 2019.

Dalam rapat koordinasi Tindak Lanjut Persiapan dan Usulan Kebutuhan Penanganan Limbah Domestik DAS Citarum di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate, Senin 24 Juni 2019, Bandung telah menelaah kebutuhan yang akan diusulkan kepada Pemprov Jawa Barat. Pemkot Bandung akan menyiapkan 16 lahan untuk operasional program.

Yana Mulyana mengatakan, setiap hari Kota Bandung memproduksi sekira 1.500 ton sampah. Dari jumlah tersebut, masih ada sampah yang harus diolah. Sehingga, melalui program bantuan Bank Dunia tersebut Pemkot Bandung akan berkonsentrasi menuntaskan persoalan sampah yang berpotensi mencemari sungai.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jawa Barat mengatasi persoalan Sungai Citarum. Meski tidak dilewati sungai Citarum, Kota Bandung siap membersihkan sejumlah anak sungai yang bermuara ke Sungai Citarum.

Bukan membangun dari awal

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan kota Bandung Sopyan Hernadi menjelaskan, Kota Bandung akan membangun 16 titik pusat olah organik dan pusat olah daur ulang termasuk juga TPS 3R. Nantinya, sampah yang sebelumnya berpotensi mencemari sungai bisa diolah.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X