Minggu, 7 Juni 2020

Desa Lamajang Dibidik Jadi Desa Wisata Andalan Nasional

- 18 Juni 2019, 19:37 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

SOREANG, (PR).- Kementerian Pariwisata RI membidik Desa Lamajang, Kecamatan Kecamatan Pangalengan untuk dijadikan Desa Wisata Andalan. Kemenpar pun memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat desa tersebut.

Kepala Sub Bidang Kemitraan Usaha Masyarakat pada Kemenpar RI Rulyta Marsuri Rachmaesa mengatakan, Desa Lamajang memiliki potensi besar menjadi desa wisata budaya. "Selain aktivitas kebudayaan lain, di sini sudah ada Rumah Adat Cikondang," ujarnya di sela-sela pendampingan masyarakat di Desa Lamajang, Selasa, 18 Juni 2019.

Oleh karena itu, kata Rulyta, pihaknya bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk memberi pendampingan. Ia menilai langkah itu diperlukan untuk meningkatkan kompetensi SDM desa itu agar lebih memahami potensi dan cara pengembangan desa wisata.

"Lewat pendampingan, kami harap masyarakat Desa Lamajang bisa terlatih menjadi pelaku wisata yang baik. Berjiwa ulet dan sikap mentalnya kuat," kata Rulyta.

Sementara itu trainer sekaligus dosen Program Studi Manajemen Resort dan Leisure UPI Sri Marhamah mengatakan, pihaknya ikut terlibat sebagai bentuk implementasi dari Tridarma Perguruan Tinggi. "Ini bentuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang disinergikan dengan program Kemenpar," ujarnya.

Sri menambahkan, pihaknya akan memberikan sejumlah materi pelatihan kepada masyarakat Desa Lamajang. Di antaranya terkait pemanduan atau pramuwisata, pengelolaan desa wisata pembuatan jalur (treking), materi pelayanan prima dan lain-lain.

Terkait potensi Desa Lamajang, Sri pun mengakui desa itu cukup lengkap. Namun sayang selama ini potensi itu belum digali dan dikembangkan secara optimal.

"Di sini ada Situs Rumah Adat Cikondang, Situs Batu Eon, Arung Jeram dan Gunung Tilu. Banyak juga potensi lain yang bisa digali untuk menciptakan atraksi dan wahana baru," kata Sri.

Menurut Sri, gaya kaum milenial yang gemar berswafoto dan mengunggahnya di media sosial, merupakan segmen pasar potensial. "Jadi kenapa di sini tidak kita kembangkan titik-titik (spot) swafoto?," ujarnya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X