Sabtu, 22 Februari 2020

MUI Imbau Masyarakat Lebih Selektif dalam Memahami Ilmu Agama

- 18 Juni 2019, 17:39 WIB
SEORANG muslim bertadarus saat menunggu buka puasa tiba di Jalan AAH Nasution, Kota Bandung, Senin, 13 Mei 2019.*/ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau kepada masyarakat untuk dapat selektif dalam memilih pandangan para tokoh agama agar dapat memahami agama dengan benar.

Sekretaris MUI Jawa Barat, Rafani Achyar mengatakan cukup gembira dengan merebaknya semangat masyarakat dalam mencari ilmu tentang agama, namun perlu lebih berhati-hati memilih pendakwah.

"Kami sih gembira melihat gairah masyarakat kepada agama, tapi di sisi lain harus bisa memilah-milah, mana ustad yang benar-benar memahami agama dengan benar, bukan menafsirkan agama berdasarkan persepsi pribadi," kata Rafani di Kantor MUI Jawa Barat, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa, 18 Juni 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Menurut dia, menafsirkan agama harus berdasarkan tafsir dari sebuah kitab suci dan rujukan lainnya seperti hadist dalam agama islam. Jika di luar itu, kata dia, tidak bisa dibenarkan, karena persepsi tentang agama dapat menjadi liar.

"Soal terjadi perbedaan pendapat boleh saja, asal itu ada dasarnya," kata dia.

Dia mengatakan di tengah-tengah perbedaan tersebut, bangsa Indonesia dapat menciptakan sebuah negara dengan adanya kerukunan dan kebersamaan. Jika agama tidak dipahami dengan benar, maka menurut dia akan menyebabkan bibit konflik.

"Akibat agama dipahami tidak berdasarkan kaidah penafsiran, yang akan terjadi adalah bibit-bibit konflik, bbit-bibit perpecahan," kata dia.

Saat ini tengah beredar video ceramah dari Rahmat Baequni tentang nama-nama pulau di Indonesia yang berasal dari bahasa Arab. Menurut Rafani, hal tersebut dapat menyebabkan pengaburan sejarah.

Rahmat Baequni menyebutkan arti nama-nama pulau berdasarkan persepsinya dalam bahasa Arab. Diantaranya Pulau Sumatera yang menurutnya berasal dari kata 'Asyamatiro' dengan artian mahkota.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X