Selasa, 18 Februari 2020

Para Ahli Waris Pemilik Kebun Binatang Bandung Bersengketa

- 29 Mei 2019, 04:16 WIB
KEBUN Binatang Bandung.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Keturunan pemilik Kebun Binatang Bandung, Romli Sundara, berseteru. Jaka Susila, Fadly Sundara, dan Yuliana, keturunan Romli dari istri yang dinikahi pertama dan kedua, tidak masuk dalam daftar ahli waris atas obyek waris berupa lahan yang saat ini dijadikan Kebun Binatang Bandung dan harta lainnya. ‎

Dua anak lainnya dari istri ke tiga dan ke empat ternyata masuk dalam daftar ahli waris. Fadly dan Yuliana pun melaporkan Sri, ibu tirinya atau istri ke empat yang dinikahi Romli, ‎ke Mapolda Jabar dengan tuduhan tindak pidana menghilangkan asal usul orang dan pemalsuan surat sebagaimana diatur di Pasal 277, Pasal 263 dan Pasal 266 KUH Pidana. 

"Laporan saya ke Ditreskrimum Polda Jabar tertulis dalam nomor perkara LPB/384/IV/2018/Jabar," ujar Fadly saat ditemui di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Selasa, 28 Mei 2019. Hadir juga kakaknya, Yuliana, serta Suhendar sebagai kuasa hukum keduanya. 

‎Fadly mengatakan, Romli Sundara merupakan bapak kandungnya dari ibu bernama Suhartini. Yuliana adalah kakaknya. Fadly menyebut, bapaknya juga memiliki anak laki-laki bernama Jaka Susila dari istri yang dinikahi pertama kali,yakni Tjiptaningsih. Romli kata Fadli, juga pemilik Kebun Binatang Bandung. ‎

"Yang saya laporkan itu ibu Sri, istri ke empat yang dinikahi karena kami bertiga tidak masuk daftar  ahli waris,  sedangkan  anak bapak saya yang lainnya dari pernikahan ke tiga dan ke empat, dimasukkan ke dalam ahli waris," kata Fadly. ‎

Suhendar, kuasa hukum Fadly Sungkara, menuturkan, pihaknya mendampingi keduanya untuk mendapatkan haknya berupa obyek waris. "Bahwa kami mendapati penetapan ahli waris dari obyek waris milik almarhum Romli Sundara mulai dari Kelurahan Burangrang dan Lengkong bahkan ke penetapan pengadilan juga. Tapi ternyata tiga klien kami, Jaka, Yuliana dan Fadli tidak masuk ahli waris, padahal menurut aturan, seharusnya masuk," ujarnya.

Sri telah menjadi tersangka dan jalani sidang praperadilan

‎Pelaporan keduanya ke Mapolda Jabar sudah ditindaklanjuti. Sri telah ditetapkan tersangka. "Betul, tersangka ibu S, yang bersangkutan sekarang praperadilan," ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Iksantyo Bagus, via pesan singkat. 

Dari informasi yang dihimpun, sidang perdana praperadilan digelar Selasa, 28 Mei 2019. Kuasa hukum Sri, Edi, enggan memberikan tanggapannya soal itu. Hanya saja, ia membenarkan Sri mengajukan gugatan praperadilan.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X