Jawa Barat Siap Optimalisasi Layanan Kesehatan Mudik Lebaran 2019

- 24 Mei 2019, 22:41 WIB
Ilustrasi.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Sektor kesehatan di Jawa Barat jelang mudik dan arus balik lebaran 2019 menyatakan kesiapannya untuk melayani para pemudik. Meski dalam beberapa hal masih ada kendala yang harus segera ditangani seperti masalah ketersediaan darah.

Namun selebihnya Dinas Kesehatan Jawa Barat, RSUP dr Hasan Sadikin, PMI, BPJS dan kepolisian siap mengoptimalkan pelayanan kesehatan guna melancarkan arus mudik maupun arus balik di Jabar tahun ini.

Selain itu, BPJS pun siap memberikan pelayanan tanpa rujukan selama musim mudik dan arus balik atau dari tanggal 29 Mei hingga 13 Juni 2019. 

Hal itu mengemuka dalam jumpa pers yang digelar di RSUP dr Hasan Sadikin, Jalan Pasteur Kota Bandung, Jumat, 24 Mei 2019. Hadir Dirut RSHS dr R Nina Susana Dewi, Spesialis Kedokteran Fisik dan rehabilitasi RSHS dr. Ellyana Sungkar, Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS dr. James Simajuntak, Kepala UTD PMI dr. Uke Muktimanah, Kepala Dokkes POLDA Jabar drg. Arios Bismark, dan Rita Kartika dari Dinas Kesehatan Jabar.

Dinas Kesehatan Jabar pun memastikan jumlah infrastruktur kesehatan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Sebanyak 315 Pos Kesehatan didirikan, PKM (pusat kesehatan masyarakat) 654, dokter sebanyak 1.123 orang, perawat sebanyak 4.769 orang, sopir dan tenaga kesehatan lain sebanyak 2.554 orang, ambulance 705 unit, Motor PSC (Public Safety Center) 17 unit.

loading...

Perwakilan dari Dinas Kesehatan Jabar Rita Kartika mengatakan, jumlah tersebut belum ideal mengingat wilayahnya merupakan tujuan dan jalur perlintasan pemudik dari kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi. Pada Lebaran 2018, tercatat 2,585 juta kendaraan yang melintasi Jawa Barat. "Sekarang diprediksi naik 10-20%," katanya. 

Oleh karena itu, dia memastikan pihaknya pun telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota agar turut serta mengerahkan petugas untuk pelayanan tersebut. Selain posko yang akan dibangun di jalur-jalur perlintasan, pihaknya pun membuka kontak darurat 119 yang tersebar di Bekasi, Karawang, Bandung, dan Sumedang.

"Dinkes juga membentuk tim pelayanan kesehatan untuk kemungkinan bencana, miras oplosan seperti di Cicalengka tahun lalu. Kemudian  mantau terus kesiapan obat-obatan dari dinas kesehatan dan kordinasi dengan polda, dishub untuk antisipasi kelelahan untuk pengemudi di PO Budiman salah satunya," ujar dia.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X