Minggu, 8 Desember 2019

Jalan Berstatus Provinsi Jawa Barat Belum Bisa Direhabilitasi Jelang Arus Mudik 2019

- 21 Mei 2019, 20:21 WIB
SEJUMLAH petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat melakukan proses pengaspalan di Jalan Tasikmalaya-Bandung yang rusak di Kampung Cikalendong, Nagreg, Kabupaten Bandung. Jumat, 3 Mei 2019. Kasatlantas Polres Bandung AKP Hasby Ristama saat melakukan peninjauan jalur mudik di kawasan Bandung Timur mengatakan jika pihaknya beserta Instansi terkait lainnya akan berupaya maksimal demi kelancaran dan kenyamanan para pengguna jalan saat mudik puasa 2019 tiba.*/ADE MAMAD/PR

BANDUNG, (PR),- Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat mengakui bahwa pihaknya hanya bisa mengoptimalkan pemeliharaan jalan jelang lebaran 2019 ini. Dinas tersebut masih dalam proses pengadaan untuk merehabilitasi beberapa titik jalan di Jabar sehingga rehabilitasi belum bisa dilakukan. Meski demikian, jalan di Jabar yang akan dilalui pemudik dinyatakan layak digunakan. 

Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pembangunan Jalan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, Agus Hendarto, mengatakan, 2.630 km jalan provinsi dalam kondisi baik. Hanya ada beberapa titik yang kondisi pada umumnya bergelombang akibat usia kontruksi. 

"Kami sudah lakukan pemeliharaan jalan sejak awal tahun dengan penambalan, tapi saat lebaran volume lalu lintas sangat melonjak naiknya sehingga kontrak belum bisa dilaksanakan, karena masih pengadaan," ujar Agus pada Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 21 Mei 2019.

Menurut dia, ada beberapa jalan yang patut diwaspadai di antaranya di daerah Subang yang terkena longsor. Kondisi jalan itu berlubang dan sedang ditangani. "Ada galian rutinitas Subang dapat diselesaikan minimal jalan sudah tertutup," kata dia. 

Selain itu, Agus menambahkan, ada catatan di jalur vertikal ruas jalan terkenal cukup labil. Jalur tengah pun sebagian labil, ada jalur patahan sepeti di Ciamis dan Kuningan, jalur Tasikmalaya Manonjaya Cimaragas.

"Antisipasi itu minimal tidak ada jalan yang tingkat gelombangnya terlalu tinggi. Tetapi secara umum kondisi layak dilalui kendaraan. Hanya memang ketika musim hujan datang kita harus stand by terutama di jalur vertikal dan kondisi tanah sangat labil," ucap dia. 

Oleh karena itu, jelang lebaran, pihaknya menyiapkan posko pengamatan sebanyak 41 titik di ruas jalan nasional dan enam titik jalan provinsi dengan 108 alat berat. 

Selebihnya, kata dia, pihaknya memastikan tingkat kemantapan jalan ruas provinsi yang akan menjadi lintasan mudik sudah tinggi. Dari 2360 kilometer ruas provinsi, kondisi jalannya sudah di atas 90%.***



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X