Minggu, 15 Desember 2019

Hilang Belasan Tahun, Tangis Bahagia Pecah Saat Umi Kulsum alias Aminah Shagar Bertemu Keluarganya

- 19 Mei 2019, 15:12 WIB
PEKERJA migran Indonesia asal Cianjur Umi Kulsum (Sebelumnya bernama Aminah Shagar) menangis terharu setelah dipertemukan dengan putranya, Dede Ridwan di ruang pasien RSUD Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu 19 Mei 2019. Setelah melalui beberapa upaya pencarian, Umi Kulsum (Aminah Shagar) akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya./ADE MAMAD/PR

CUCURAN air mata dan jerit tangis tak kuasa ditahan Umi Kulsum (49) saat Dede Ridwan (24), Ucu Gozali (53), dan Sahidah (47) memasuki ruangan rumah sakit kelas 3 RSUD Al Ihsan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu 19 Mei 2019. Tangisan Umi semakin menjadi-jadi ketika Dede mencium tangan dan memeluk dia yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu.

Kondisinya yang belum pulih seratus persen dari penyakit strok, membuat Umi masih belum bisa berkomunikasi secara lisan. Namun setidaknya tangisan itu menunjukan luapan kebahagiaan atas terobatinya kerinduan yang selama ini terpendam kepada keluarga. Betapa tidak, belasan tahun Umi memang tak bertemu dan bahkan berkomunikasi sedikitpun dengan keluarganya.

Menurut Dede, Umi adalah ibu kandungnya yang berangkat sebagai pekerja migran ke Arab Saudi sejak sang ayah meninggal dunia 15 tahun lalu atau ketika Dede masih berusia 9 tahun.

"Ibu sempat pulang ke tanah air dua tahun kemudian, tetapi berangkat lagi ke Arab Saudi untuk kedua kalinya," ucapnya.

Dede mengatakan, ia sempat tinggal bersama sang nenek dan tiga saudara sang ibu. Namun petaka datang ketika mereka kehilangan kontak dengan Umi sekira 2-3 tahun setelah keberangkatan keduanya itu.

"Sejak itu kami terus berusaha mencari kabar ibu dengan dibantu seorang kerabat yang juga bekerja di Arab Saudi. Dari kerabat itu, kami mendengar bahwa ibu sedang sakit sampai akhirnya dia juga kehilangan jejak ibu yang katanya sudah tak lagi berada di rumah majikannya," tutur Dede.

Meski demikian, Dede mengatakan sang nenek tak pernah menyerah mencari keberadaan Umi sampai akhirnya sakit dan meninggal dunia sekira dua tahun setelah kehilangan kontak. "Mungkin salah satu pemicu sakitnya nenek adalah kepikiran soal ibu terus," ucapnya.

Sepeninggal sang nenek, kata Dede, ia dan keluarga mulai kehilangan harapan dan menganggap Umi sudah meninggal dunia di Arab Saudi.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X