Minggu, 15 Desember 2019

Bukan Hanya Uang Ketupat, Pengusaha Harus Berikan THR secara Utuh

- 15 Mei 2019, 22:54 WIB
ILUSTRASI tunjangan hari raya (THR).*/DOK PR

BANDUNG, (PR), - Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Jawa Barat menargetkan semua perusahaan di Jabar menunaikan kewajiban tunjangan hari raya (THR) tahun 2019 ini. Sejumlah upaya pun ditempuh Disnaker guna mencapai target dan menekan jumlah aduan atau laporan pelanggaran terhadap pemenuhan hak pekerja. 

Kepala Disnaker Jabar, Ade Afriandi, menuturkan, pada tahun 2018 lalu, pihaknya menerima 14 laporan dari lima UPTD Pengawas Tenaga Kerja di Jabar. Rata-rata, perusahaan tidak membayar THR secara utuh meski masa kerja pegawainya lebih dari satu tahun. Ada juga perusahaan yang hanya membayar uang ketupat yang besarannya jauh dari nilai satu kali gaji pegawai. 

"Kalau berdasarkan Sistem Wajib Lapor Perusahaan secara online dari Kemnaker (WLKP), pada 2018 terdapat 14. 680 perusahaan, sedangkan tahun 2019 hingga per hari ini ada 19.549 perusahaan. Harapannya, semua perusahaan dapat penuhi kewajiban besaran maupun waktu pemberian THR kepada pekerja atau buruh sesuai Permenaker 6/2016 dan SE Menaker RI 2/2019," ujar Ade, Rabu, 15 Mei 2019.

Ia mengatakan, Disnakertrans Jabar membuka Pos Layanan Pengaduan THR di setiap Kantor UPTD Wasnaker Wilayah I hingga V, termasuk kantor Disnakertrans Jabar. Selain itu, ada juga sosialisasi dalam forum LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Prov Jabar dengan Kab/Kota.

Meski demikian, Ade tidak memungkiri ada kemungkinan perusahaan tidak patuh. Pihaknya pun mengagendakan untuk melakukan inspeksi dalam waktu dekat guna mendorong perusahaan mematuhi aturan dan juga mengetahui persoalan di lapangan. 

Selain itu, Ade mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi surat edaran Kemenaker. Mengutip surat edaran tersebut, pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh.

THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus atau lebih. Selain itu, THR juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X