Selasa, 25 Februari 2020

Badan Narkotika Kabupaten Bandung Barat Akan Buka Klinik Pratama untuk Pasien Rehabilitasi Narkoba

- 7 Mei 2019, 16:05 WIB
ILUSTRASI peredaran narkoba.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

NGAMPRAH, (PR).- Badan Narkotika Kabupaten Bandung Barat (BN KBB) tahun ini akan membuka klinik pratama untuk pasien yang harus menjalani rehabilitasi narkoba. Pembukaan klinik tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesadaran para pencandu narkoba untuk menjalani rehabilitasi.

Kepala BN KBB, Sam Norati Martiana, mengungkapkan, banyak korban penyalahgunaan narkoba yang enggan menjalani rehabilitasi lantaran malu berobat ke fasilitas kesehatan umum, seperti klinik dan rumah sakit. "Alasannya, karena mereka merasa menjadi pasien narkoba itu aib, sehingga tidak mau datang ke rumah sakit atau klinik," katanya, Selasa, 7 Mei 2019.

Padahal sejauh ini, BN KBB sudah bekerja sama dengan lima instansi penerima wajib lapor untuk rehabilitasi pasien narkoba. Kelimanya adalah RSUD Cililin, Puskesmas Jayagiri, Puskesmss Padalarang, serta dua klinik di Kecamatan Cisarua, yakni Klinik Rumah Palma dan Klinik Nurido. Namun, masih sedikit pasien narkoba yang memanfaatkannya.

Menurut Sam, dengan dibangunnya klinik pratama BN KBB nanti, ia mengharapkan pasien  rehabilitasi narkoba tidak segan lagi untuk datang berobat. "Sebab, klinik ini memang diperuntukkan bagi mereka, walaupun untuk pengobatan umum juga bisa," katanya.

Rencananya, klinik tersebut akan dibuka di Kantor BN KBB dengan memanfaatkan sisa ruangan yang ada. Meski belum ideal, keberadaan klinik BNN tersebut diharapkan bisa menangani pasien narkoba yang direhabilitasi.

Penanganan rehabilitasi bisa lebih optimal

Rehabilitasi akan dilakukan dalam bentuk rawat jalan, berupa delapan kali pertemuan (konseling) dan dua kali tes urine. Setelah selesai, penanganan dilanjutkan oleh BN Provinsi Jawa Barat. 

"Penanganan pasien rehabilitasi di klinik BN KBB bisa lebih optimal, sebab kami bisa mengontrol perkembangan pasien. Berbeda dengan penanganan di luar, di mana dalam beberapa kasus, pasien kerap tak datang secara rutin atau bahkan tidak melanjutkan rehabilitasi," tuturnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan keberadaan kantor BN KBB yang menempati salah satu ruangan di Lantai 2 Gedung SKPD. Padahal, idealnya, kantor Badan Narkotika dibangun di atas lahan 1.000 meter persegi dengan luas bangunan 500 meter persegi.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X