Kamis, 20 Februari 2020

DPU Kota Bandung akan terapkan drumpori di pemukiman

- 2 Mei 2019, 22:25 WIB
SEORANG pekerja melubangi drum dengan gerinda, di halaman Kantor DPU Kota Bandung, Selasa, 30 April 2019. DPU Kota Bandung akan memasang drumpori di banyak titik untuk mengurangi banji dan menampung air hujan.*/DOK. DPU KOTA BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Teknik memanen air hujan (rain water harvesting) dengan metode drumpori tengah disiapkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung. Dengan drum bekas, area tangkapan air hujan dengan skala lebih besar dari biopori itu akan dimanfaatkan untuk mengurangi banjir sekaligus menampung air untuk kemarau.

“Kita mau fokus selama dua minggu, seluruh rumah pejabat DPU wajib pasang. Setelah itu ada RW percontohan, untuk melihat efektifitas tangkapan air hujannya,” ujar Kepala DPU Kota Bandung Didi Ruswandi, saat dihubungi Kamis, 2 Mei 2019.

Ia berharap penggunaan drumpori ada di setiap wilayah di Kota Bandung. Tetapi untuk melihat efektifitas dari teknik ini, tahap pertama akan dilakukan di kantor SKPD, sekolah, kemudian tempat usaha hingga kompleks perumahan. Dari percontohan itu, masyarakat bisa mencontoh bagaimana cara memanen air ke dalam tanah sehingga air tidak terbuang saat musim hujan.

“Rencana nanti diterapkan di pemukiman-pemukiman. Tujuannya air masih bersih dari hujan. Tidak tercampur dengan yang lain. Tetapi ini lebih efektif di bagian utara. Jadi menahan laju air ke hilir,” katanya.

Penerapan drumpori itu merupakan pengembangan skala tangkapan lebih besar dari biopori yang sempat dijadikan program Kota Bandung. Pemasangan drum dinilai lebih mudah dan murah. Diberitakan sebelumnya, penemu drumpori, Rahim Asyik Budhi Santoso (52), telah mengembangkan drumpori sejak 5 tahun lalu.

Drum yang digunakan berukuran standar dengan ketebalan 0.8 sentimeter, tinggi 90 sentimeter, diameter 58 sentimeter, dan kapasitas isi 200 liter. Dibentuk pola 48 lubang buang di dinding dan dasar drum.

Sobekan di dinding lubang itu menjadi pola resapan air dari drum ke dalam tanah sekaligus meredam waktu korosi drum tersebut. Penutup drumpori dibentuk dari cor beton yang dicetak dengan diameter 70 sentimeter, tebal 7 sentimeter. Penutup diberi 36 lubang berukuran 1/2 inci, dengan pola cetak antarlubang 10 sentimeter.

Fungsi beton penutup juga bisa membuat aktifitas di atasnya tidak terganggu. Motor bisa melintas. Manfaat dari satu drum cukup diperhitungkan karena volume air yang bisa ditampung drum berukuran standar bisa mencapai 400 liter per jam. DPU Kota Bandung sempat mengundang Rahim untuk uji coba drumpori di halaman kantor DPU Kota Bandung, Selasa, 30 April 2019 lalu.

“Kalau lingkungan rumahnya padat dan tidak ada ruang kemungkinan dipasang di tengah gang. Ada informasi penerapan drumpori di kawasan Inhoftank sukses. Dulu kebanjiran sekarang jadi hilang,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X