Kamis, 20 Februari 2020

Memanen Air di Musim Hujan dengan Drumpori

- 2 Mei 2019, 22:21 WIB
PENEMU drumpori, Rahim Asyik Budhi Santoso, menjelaskan cara pembuatan drumpori, di Kantor DPU Kota Bandung, Selasa, 30 April 2019. Manfaat dari satu drum bisa menampung volume air hingga 400 liter per jam.*/DOK. DPU KOTA BANDUNG

BAGI Rahim Asyik Budhi Santoso (52), drum bekas merupakan pilihan terbaik untuk berinvestasi. Harga di pasar loak memang tidak lebih dari Rp 30 ribu. Tetapi untuk jenis investasi air, drum bekas yang dikubur di pekarangan rumahnya mampu menjadi harta berharga saat musim kemarau tiba.

“Setiap kemarau saya tidak pernah kekurangan air. Padahal kebutuhan di sini cukup banyak. Pada musim hujan seperti saat ini, waktunya memanen air,” ujar Rahim, yang menemukan teknik memanen air hujan, Drumpori, di rumah tinggalnya, Jalan Cigadung Raya, Bandung, Rabu, 1 Mei 2019.

Dengan luas tanah 600 meter persegi, ia menyisakan halaman depan seluas 400 meter persegi. Di depan bangunan rumah dan bengkel pembuatan papan panjat dinding, halaman hijaunya diramaikan pohon nangka, rambutan, jambu, hingga durian.

Berawal dari lima tahun lalu, Rahim mulai bereksperimen dengan drum bekas sisa resin bahan panel panjat dinding yang menumpuk di bengkelnya. Satu drum mulai dimasukkan ke dalam lubang di ruang pekarangan yang masih tersisa luas.

Drum yang digunakan berukuran standar dengan ketebalan 0.8 sentimeter, tinggi 90 sentimeter, diameter 58 sentimeter, dan kapasitas isi 200 liter. Dari uji coba berbagai cara, ia menemukan pola yang pas dengan 48 lubang buang di dinding dan dasar drum.

Dengan bantuan gerinda, bagian dinding drum disobek dengan panjang 6 sentimeter dan lebar 5 milimeter. Dalam membuat pola lubang resapan air, dibuat lima garis dari atas hingga bawah dinding dengan pembuatan 8 lubang pada masing-masing baris. Dalam satu drum, ada sekitar 40 lubang di dinding drum. Sobekan itu menjadi pola resapan air dari drum ke dalam tanah.

“Kalau tidak disobek, drum bisa cepat rusak. Pola itu bisa meredam waktu korosi,” tutur Rahim, yang saat ini menjabat Direktur Ekoling, perusahaan dengan lingkup pelestarian lingkungan hidup.

Penutup Drumpori dibentuk dari cor beton yang dicetak dengan diameter 70 sentimeter, tebal 7 sentimeter. Penutup diberi 36 lubang berukuran 1/2 inci, dengan pola cetak antarlubang 10 sentimeter.

“Dengan diameter ½ inci, kalau ada 36 berarti ada 18 inci lubang yang jadi resapan air. Fungsi beton juga bisa membuat aktifitas di atasnya tidak terganggu. Motor bisa melintas,” katanya.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X