Generasi Alpha Lebih Sejahtera dan Inovatif

- 1 Mei 2019, 07:30 WIB
DWI Suhartanto.*/CATUR RATNA WULANDARI/PR

BANDUNG, (PR).- Industri jasa mulai menguasai perekonomian berbagai negara di dunia. Perubahan perilaku konsumen dan teknologi menjadi penggerak utamanya.

Dwi Suhartanto dari Politeknik Negeri Bandung mengatakan, penyerapan tenaga kerja oleh industri jasa saat ini cenderung meningkat. Sementara industri manufaktur mengalami penurunan.

"Sekarang eranya industri jasa, menguasai GDP negara-negara di dunia. Service ini sangat penting," kata Dwi saat menjadi pembicara kunci dalam International Research Conference of Social Science and Engineering (IRCIM) 2.0 di Pascasarjana Politeknik Negeri Bandung, Selasa 30 April 2019.

Kondisi ini menyebabkan konsumen masa depan dan teknologi menjadi hal penting. Teknologi banyak mempengaruhi perkembangan industri jasa. Demikian pula, perilaku konsumen yang juga berkembang atas pengaruh teknologi.

Dwi menjelaskan, saat ini terdapat tiga golongan konsumen yang dominan di Indonesia. Pertama, generasi Y (milenial) yang lahir tahun 1985-1999 atau saat ini berusia 20-35 tahun. Generasi ini mempunyai karakter setidaknya menggunakan dua jenis gawai, berkomunikasi dengan teks, dan optimistis.

"Mereka banyak menghabiskan waktu dengan internet. Anggaran untuk internet lebih besar daripada untuk ditabung," tuturnya.

Suka selfie

Kedua, generasi Z yaitu mereka yang lahir tahun 2000-2010 atau saat ini berusia 10-19 tahun. Karakteristiknya, mereka setidaknya menggunakan lima jenis gawai, berkomunikasi dengan gambar, dan realis.

"Generasi ini sulit dipengaruhi dengan iklan. Mereka akan mencari informasi sendiri, tv tidak lagi menarik. Mereka juga narsis, banyak selfie," tuturnya.

Generasi Z bukan tergolong konsumen loyal. Mereka bisa menggunakan produk dengan merek baru selama kualitasnya baik. Teknologi menjadi salah satu prioritas belanjanya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X