Rabu, 11 Desember 2019

Lima Hari Jelang Pemungutan Suara Pemilu 2019, Sekda Jawa Barat Cek Kesiapan Kabupaten/Kota

- 12 April 2019, 15:51 WIB
SEKDA Jawa Barat Iwa Karniwa menggelar video conference berkaitan dengan kesiapan pelaksanaan pemilu 2019 dengan kepala daerah-kepala daerah di Jabar. Konferensi dilakukan di ruang desk Pilkada, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 12 April 2019.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

BANDUNG,(PR).- Jelang pemilihan umum untuk pemilihan presiden/wakil presiden dan pemilihan legislatif 2019 yang tinggal menghitung hari, Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa menggelar video conference. Konferensi itu dilakukan berkaitan dengan kesiapan pelaksanaan pemilu 2019 dengan kepala daerah-kepala daerah di Jabar.

Konferensi dilakukan di ruang desk Pilkada, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 12 April 2019. Konferensi ditujukan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan pemilu 2019 di daerah mulai dari logistik, kondusivitas, partisipasi, penggunaan hak pilih, dan juga netralitas aparatur sipil negara (ASN).

"Pemilu sudah tinggal lima hari lagi, masa kampanye pun tinggal dua hari, yakni hari ini dan besok. Mulai hari Minggu tanggal 14 April 2019 sampai dengan hari Selasa tanggal 16 april 2019, kita akan memasuki masa tenang kampanye. Beberapa hal membutuhkan perhatian khusus menjelang pelaksanaan pemilu ini," kata Iwa.

Dalam arahannya, Iwa menyoroti soal pendistribusian logistik. Seperti diamanatkan dalam pasal 341 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum, Komisi Pemilihan Umum dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam pendistribusian dan pengamanan perlengkapan pemungutan suara. Untuk itu, ia mengharapkan aparat TNI, Polri, dan perangkat daerah dapat turut bersama-sama melaksanakan amanat undang-undang tersebut. 

"Tidak dapat dipungkiri bahwa pendistribusian logistik ini seringkali menimbulkan masalah, terlebih kondisi geografis di Jabar yang beragam," kata dia.

Selain itu, di beberapa tempat, seperti yang sedang ramai dibicarakan, sudah terjadi kecurangan pemilu 2019.  Hal itu perlu diantisipasi pula, termasuk apabila terjadi force majeur seperti banjir. Perangkat di daerah hrus menyiapkan relokasi keberadaan tempat pemungutan suara (TPS).

"Marilah kita bersama-sama menjaga agar hal tersebut tidak terjadi di jawa barat. Tak lupa juga saya ingatkan kembali bahwa telah diperintahkan kepada Satpol PP agar dapat mendukung dan menfasilitasi penugasan dua personel linmas di setiap TPS, serta penyediaan gudang untuk penyimpanan logisitik pemilu 2019," ucap dia.

Iwa pun menyoroti kondusivitas keamanan di masyarakat. Dalam indeks kerawanan pemilu (IKP) tahun 2019, skor IKP Provinsi Jabar adalah 47,27% dan termasuk pada kategori kerawanan sedang. Artinya, potensi kerawanan cenderung mudah terjadi dan perlu mendapatkan perhatian serta antisipasi. 


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X