Jumat, 10 April 2020

Menhan Minta Industri Pertahanan Tunjukan Kekuatan Kepada Dunia

- 12 April 2019, 13:54 WIB
MENTERI Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu menyaksikan penandatangan kontrak alutista, yang dilakukan di PT Pindad (persero), Kiaracondong, Bandung, Jumat 12 April 1019.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Kementerian Pertahanan Indonesia menandatangani 22 kontrak untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan strategis (alutsista) dan konstruksi senilai Rp 2,1 triliun dan 1,4 miliar dolar AS. Penandatanganan kontrak yang terdiri dari 18 kontrak alutsista dan tujuh kontrak terkait pembangunan konstruksi tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan dan dihadiri sejumlah perwakilan negara yang menjadi mitra produksi. 

Penandatangan kontrak tersebut dilakukan Kementerian Pertahanan pada acara bersama sejumlah mitra industri strategis Indonesia di PT Pindad (persero) Kiaracondong, Bandung, Jumat 12 April 2019. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyaksikan sejumlah penandatanganan tersebut, dengan sejumlah mitra industri pertahanan nasional seperti PT Pindad, PT PAL, serta sejumlah perwakilan dari perusahaan asing yang menjadi mitra.

“Kami memotivasi agar berbagai industri strategis, khususnya industri pertahanan di Indonesia, agar bersemangat menunjukan kekuatannya kepada dunia. Dengan demikian, industri pertahanan Indonesia menjadidiperhitungkan dunia sehingga menunjang pula kekuatan ekonominya,” kata Ryamizard Ryacudu.

 Dalam slide yang ditampilkan terdapat pluhan item kontrak pengadaan alutista, misalnya pengadaan tank kelas medium, kendaraan lapis baja, yang dilakukan bekerjasama dengan PT Pindad. Tampak pula penandatanganan kontrak tersebut termasuk kelanjutan produksi kapal selam oleh PT PAL dan Daewo Shipbuiliding and Marine Engineering Co Ltd, yang kedua, dan banyak lagi, dll. 

Informasi dari Kementerian Pertahanan menyebutkan, penandatangan kontrak tersebut juga meliputi pengadaan alutisisa dan konstruksi di lingkungan Kementerian pertananan/Tentara Nasional Indonesia, penyedia barang/jasa serta penyerahan sepedamotor. Penandatangan tersebut dalam rangka diterapkannya Peraturan Menteri keuangan Nomo. 143/PMK.05/2018 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia, dimana DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) berlaku sebagai otorisasi.
 
Kontrak tercepat

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose dalam sambutannya mengatakan, mengapresiasi penandatanganan kontrak tersebut sebagai dukungan pemerintah kepada industri pertahanan nasional. “Penandatangan kontrak kali ini yang tercepat dan yang terbesar dengan melibatkan pihak BUMN maupun badan usaha swasta nasional,” ujarnya.

Dalam displai pula, tampak dimana ke-18 kontrak alutsista tersebut untuk pengadaan alutsita diantaranya kendaraan tempur infanteri (PT Pindad), MKK (PT Pindad), Jatri Infanteri (PT Pindad), kendaraan alat khusus nubika (PT Merpati Wahana Raya), Kendaraan Jihandak (PT Merpati Wahana Raya). Kapal Selam Elektrik Diesel (PT PAL yang bekerja sama dengan Daewoo), Kapal Motor Commando (PT Megah Perkasa), Kapal AT 8 dan 9 (PT Bandar Abadi), Infrastruktur Simulator Sukhoi (PT LEN), Heli NAS 332C1 (PT LEN dan PT DI), Bom P 250 Live (PT Dahana), Kendaraan Decon Truck (PT Merpati Wahana Raya), Ran Shop Contract Maintenance (PT Prasanda Dumayasa).

Sementara tujuh kontrak untuk pengadaan konstruksi senilai Rp106 miliar adalah pembangunan lanjutan Rumah Sakit TNI AL dr Komang Makes Lantamal I Belawan, pembangunan lanjutan gedung sarana dan prasarana Pasmar I, pembangunan lanjutan Mess TNI AU di Jl Budi Kemuliaan, Jakarta.

Disebut-sebut pula, dilakukan pembangunan lanjutan Lapangan Udara R Sajad Ranai, pembangunan lanjutan sarana dan prasarana Yon Armed 10/2/1 Kostrad Bogor, pembangunan lanjutan garasi dan gudang Alberzi serta prasarana PRCPB dan perbatasan Kodam XII/Tpr Mempawah, pembangunan lanjutan garasi dan gudang Alberzi serta prasarana PRCPB dan perbatasan Kodam VI/Mlw Samarinda. ***


Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X