Minggu, 15 Desember 2019

Tetap Waspada, Bandung Barat Masih Berstatus Siaga Longsor

- 7 April 2019, 21:27 WIB
ILUSTRASI tanah longsor*/ADE MAMAD/PR

NGAMPRAH, (PR).- Seiring dengan intensitas hujan yang tinggi pada awal April ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mengimbau masyarakat yang tinggal di perbukitan untuk lebih waspada. Sampai 1 Mei 2019, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga masih menetapkan status siaga banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. 

"Sampai saat ini, pemerintah daerah masih menetapkan status siaga banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Status itu kami berlakukan sejak Agustus tahun lalu sampai dengan Mei mendatang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo di Cililin. 

Secara geografis, menurut dia, kondisi wilayah Bandung Barat relatif banyak lereng dan tebing, yang berpotensi memicu terjadinya longsor. Kondisi geografis seperti itu banyak terdapat Bandung Barat, dari mulai wilayah selatan, utara, barat, dan tidak terkecuali wilayah tengah.

"Dari hasil indeks risiko bencana yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bandung Barat ini indeks risikonya tinggi. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat petani maupun yang tinggal di lereng-lereng yang memang kondisinya curam dan rawan terjadi longsor, untuk waspada, terutama pada saat musim hujan dengan intensitas tinggi," paparnya.

Selain itu, Duddy menambahkan, masyarakat diimbau untuk mengaktifkan ronda maupun piket di desa. Dengan demikian, setiap kejadian bencana bisa cepat diketahui dan dilaporkan, sehingga bisa segera dilakukan langkah-langkah penanggulangannya juga. 

Sebelumnya, BPBD mencatat, sebanyak 79 rumah di Desa Nanggerang dan Karyamukti, Kecamatan Cililin, terdampak longsor yang terjadi pada Kamis, 4 April 2019. Longsor yang bermula dari hujan selama lebih dari tiga jam itu juga merusak satu ruang sekolah dan menggerus jembatan beton, selain pula memicu banyak titik jalan yang tertutup longsoran tanah. 

Terakhir, bencana pergerakan tanah dilaporkan terjadi di Kampung Cilimus, RT 3 RW 14, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat. Menurut petugas BPBD Bandung Barat, Rudi Wibiksana, bencana pergerakan tanah di Kampung Cilimus itu berdampak langsung terhadap delapan rumah. 

"Kami sudah menindaklanjuti laporan warga dan anggota dewan, betul terjadi pergerakan tanah di Kampung Cilimus yang berdampak langsung terhadap delapan rumah. Oleh karena itu, kami akan memasang rambu peringatan. Sesuai dengan permintaan warga, kami pun akan mengupayakan agar dilakukan kajian geologi," katanya.***



Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X