Lahan Makin Sempit, Kabupaten Bandung Barat Berencana Alihkan Sebagian Peternakan Sapi ke Bandung Selatan

- 21 Maret 2019, 19:59 WIB
Ilustrasi peternakan sapi.*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Dalam sehari, produksi susu yang dihasilkan para peternak sapi di Kabupaten Bandung Barat mencapai 200 ribu ton, di mana 140 ton di antaranya dari Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPSBU). Dihadapkan pada persoalan lahan, peternakan sapi akan diarahkan ke wilayah selatan KBB.

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat Undang Husni Thamrin mengatakan, beberapa tahun terakhir ini produksi susu asal KBB mengalami stagnasi, sebagai imbas dari persoalan lahan yang kian terbatas. Akibatnya, pakan hijauan pun semakin sulit diperoleh. Para peternak sapi di Bandung utara lantas menggunakan makanan tambahan.

"Oleh karena itu, kami sedang berupaya mengembangkan peternakan sapi ke wilayah selatan, seperti daerah Sindangkerta dan Gununghalu. Secara iklim, daerah itu mirip dengan Lembang, karena memiliki ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut," kata Undang, di sela acara rapat anggota tahunan KPSBU di Lembang, Kamis, 21 Maret 2019.

Saat ini, dia menyebutkan, jumlah total sapi perah di Bandung Barat ialah sekitar 38.900 ekor, dengan jumlah peternak sekitar 12.000 orang. Peternakan sapi perah di Kabupaten Bandung Barat masih didominasi di wilayah utara, seperti Lembang, Cisarua, dan Parongpong. Sebagian lagi terdapat di Ngamprah. 

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna memperkirakan, dalam 2-3 tahun ke depan rumput buat pakan ternak di Bandung utara akan sangat susah diperoleh, karena lahan yang kian terbatas. Oleh karena itu, pengembangan peternakan sapi akan diarahkan ke wilayah selatan.

Umbara merencanakan, pengembangan peternakan sapi di wilayah selatan dapat mencapai lahan seluas 500-700 hektare. Meskipun berencana untuk mengembangkan peternakan sapi di wilayah selatan, dia berharap para peternak sapi di wilayah utara bisa terus bertahan, bahkan dapat meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan. 

"Saya bersama Pak Kadis akan mencari formula supaya (peternakan sapi di utara) tidak menggunakan lahan terlalu banyak, tetapi sapi perah ini, susunya, tetap bagus kualitasnya, bertambah produksinya, dan punya daging yang bagus," katanya.
 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyempatkan hadir dan menemui para peternak sapi di Bandung utara. Menurut dia, pengubahan regulasi telah membuahan hasil, dengan peningkatan produksi susu segar nasional dari 1,4 juta ton menjadi 1,6 juta ton per hari. 

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X