Kamis, 4 Juni 2020

Tinggal di Rusunawa Rancacili Tanpa Kepastian, Warga Tagih Janji Pemkot

- 14 Maret 2019, 09:06 WIB
DUA anak bermain di depan rumah susun sewa (rusunawa) di Rancacili, Babakankaret, Cipamokolan, Rancasari, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Defisit APBD 2019 memaksa Pemerintah Kota Bandung mencoret beberapa proyek infrastruktur strategis. Salah satunya adalah penundaan kembali penuntasan rusunawa silinder di Rancacili.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Warga terdampak revitalisasi lahan Kiaracondong kembali menuntut pemenuhan janji Pemerintah Kota Bandung untuk dapat tinggal di rumah susun sederhana milik (rusunami). Sudah empat tahun mereka tinggal di Rusunawa Rancacili tanpa mendapatkan kepastian. 

Terdapat 111 keluarga terdampak relokasi yang saat ini tinggal di Rusunawa Rancacili. Lahan yang telah mereka tinggali selama puluhan tahun saat ini sudah diserahkan oleh Pemkot Bandung sebagai bagian penyertaan modal PT Bandung Infra Investama. 

Tak lama lagi, di lokasi tersebut bakal berdiri kompleks komersial. Kompleks tersebut terdiri dari pusat belanja, apartemen, dan rumah sakit.

Dalam proses relokasi, warga memegang janji Pemkot Bandung di era Wali Kota Ridwan Kamil yang menyebut rusunawa sebagai tempat transit. Mereka bakal diprioritaskan sebagai penghuni rusunami yang direncanakan bakal dibangun di kawasan Paldam. 

Namun, program tersebut tidak kunjung terwujud. Bahkan, pemkot memastikan tahun ini tidak ada dana APBD yang dialokasikan untuk proyek tersebut.

"Sudah empat tahun kami menunggu janji pemerintah, tapi tidak juga ada realisasinya. Warga semakin gelisah karena tidak kunjung ada kepastian. Tolonglah pemkot berani bertanggung jawab,” kata Achadiat Mundandar, salah seorang warga terdampak relokasi kawasan Kiaracondong, Rabu, 13 Maret 2019. 

Kompensasi terhenti

Dijelaskan Achadiat, warga saat ini mencukupi semua kebutuhan sehari-hari mereka secara mandiri. Tidak ada lagi dana kompensasi atau dana bantuan dari perusahaan mitra Pemkot Bandung. Bantuan hanya diberikan selama satu tahun.

Achadiat menyatakan, warga sudah berkali-kali berkomunikasi dengan pejabat kelurahan terkait nasib mereka. Salah satu alternatif yang diusulkan adalah pengubahan fungsi Rusun Rancacili dari rusunawa menjadi rusunami.

Rencana pembangunan Rusunami Paldam sudah digagas pemkot setidaknya sejak empat tahun lalu. Kajian menyebutkan kebutuhan dana sekitar Rp 120 miliar untuk membangun 130-an unit kamar. 

Halaman:

Editor: Endah Asih


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X