Senin, 16 Desember 2019

KLHK Bentuk Tim Kaji Ulang Kawasan Kamojang dan Papandayan

- 12 Maret 2019, 20:10 WIB
WARGA mengendarai sepeda motor menyusuri jalan setapak yang rusak akibat sering dilalui kendaraan roda dua, di Kawasan Cagar Alam Kamojang, Kabupaten Bandung, Kamis 17 Januari 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Tim beranggotakan perwakilan lintas kalangan dibentuk untuk memetakan sekaligus mengkaji ulang persoalan di kawasan Kamojang dan Papandayan. Hal itu berkaitan dengan menguatnya desakan untuk mengembalikan kawasan yang dimaksud ke status semula, yaitu cagar alam.

"Teman-teman sepakat untuk membentuk tim lapangan, bersama-sama untuk memetakan kembali berbagai persoalan yang disampaikan oleh penggerak pecinta alam," ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, seusai pertemuan di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Selasa, 12 Maret 2019.

Pertemuan itu dihadiri sejumlah kalangan dari berbagai latar belakang, termasuk pakar serta pegiat lingkungan. Agenda yang dimaksud merupakan kelanjutan atas desakan mengembalikan status Kamojang dan Papandayan sebagai cagar alam.

Wiratno menuturkan, pihaknya sudah menerima aspirasi dari kalangan yang mendesak pengembalian status tersebut. Pada pekan silam misalnya, Aliansi Cagar Alam Jawa Barat melakukan long mars dari Bandung menuju Jakarta untuk menyuarakan desakan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, tim dari kementerian bersama pegiat lingkungan kemudian melakukan pemantauan di lapangan. Dia menambahkan, pemantauan lapangan yang berlangsung dalam waktu relatif singkat tidak cukup menjadi bekal untuk merumuskan kebijakan tertentu.

Maka pada tahapan berikutnya, pertemuan dilaksanakan di BBKSDA Jawa Barat untuk membahas hal tersebut.

Salah satu hasil pertemuan tersebut adalah pembentukan tim yang melibatkan berbagai elemen, termasuk dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta pakar dan pemerhati lingkungan. Tim dari pusat ini akan membantu selama pengkajian di lapangan berlangsung.

Diharapkan, dalam waktu dekat pembahasan lebih lanjut bisa dirumuskan untuk menentukan kebijakan. "Tiga minggu untuk melihat detailnya, kemudian dilaporkan kepada Bu Menteri," katanya.

Pada pertemuan itu, disepakati pula pembentukan forum komunikasi untuk mewadahi berbagai hal yang berkaitan dengan persoalan lingkungan. Forum ini membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk terlibat memberikan andil dalam pelestarian sekaligus penyelamatan lingkungan. "Ini membentuk budaya baru, bekerja dengan berbagai pihak," ujarnya.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X