Kamis, 23 Januari 2020

Bangunan Liar Kembali Marak di Situ Cileunca, Indonesia Power Tegaskan Tak Beri Izin

- 7 Maret 2019, 18:37 WIB
BANGUNAN liar kembali ditemukan di sekitar Situ Cileunca, Kabupaten Bandung.Padahal sejak ditertibkan 2016 silam, sudah jelas ada rambu larangan mendirikan bangunan di area tersebut.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan liar kembali marak di sekitar kawasan objek wisata Situ Cileunca, Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Berdasarkan pengamatan wartawan Pikiran Rakyat, bangunan tersebut berdiri di pinggiran Situ Cileunca tepat di samping rambu larangan pendirian bangunan yang dipasang oleh PT Indonesia Power, tepat di seberang Kantor Desa Warnasari.

Dalam plang tersebut, sebenarnya tertulis dengan jelas kalimat "Dilarang Mendirikan Bangungan dan Menggarap Lahan Milik PLN Tanpa Izin (UU No. 51 Tahun 1960)". Namun seolah mengolok, sejumlah warung berdiri di samping plang tersebut dengan bangunan semi permanen dan bahkan dilengkapi dengan antena parabola.

Menanggapi masalah itu, Pemerintah Desa Warnasari mengaku tak bisa berbuat banyak untuk menertibkan aktivitas pembangunan, niaga dan pertanian di sekitar objek wisata Situ Cileunca. Hal itu disebabkan oleh tak adanya wewenang, karena objek wisata tersebut dikelola langsung oleh PT Indonesia Power sebagai pemilik aset.

Kepala Desa Warnasari Usep Koswara mengatakan, pada 2014 lalu dirinya dikunjungi oleh pihak PT Indonesia Power bahwa bangunan liar yang sudah berdiri ketika itu akan ditertibkan. "Mereka bilang yang sudah ada tidak ada masalah dan tinggal ditertibkan, tetapi selanjutnya tidak boleh ada bangunan baru berdiri karena aturannya sudah jelas dalam undang-undang," ucapnya.

Usep menambahkan, penertiban dan relokasi pun sempat dilakukan pada 2015 dan sejak itu untuk beberapa waktu memang Situ Cileunca terbebas dari bangunan liar. Namun ia pun mengaku tak bisa berbuat banyak ketika dalam beberapa waktu terakhir kembali bermunculan bangunan di sekitar Situ Cileunca.

Menurut Usep, bangunan dan masalah izinnya, menjadi wewenang PT Indonesia Power sebagai pemilih lahan objek wisata tersebut. "Kami sejauh ini hanya bisa memberi imbauan agar pemilik bangunan tersebut membereskan sampah dan limbahnya. Termasuk sempat saya datangi sendiri sebuah toko matrial yang berdiri hanya satu meter dari pinggir situ," tutur Usep.***

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X