Sabtu, 22 Februari 2020

Di Bandung, Ustaz Yusuf Mansur Ceritakan Keislaman Jokowi

- 3 Maret 2019, 10:43 WIB
YUSUF Mansur berbicara dalam Diskusi Publik dan Pembekalan Relawan Pemenangan 01 se-Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu 2 Maret 2019.*/ANTARA

BANDUNG, (PR) - Ustaz Yusuf Mansur menceritakan hasil penelitian pribadinya bahwa keislaman Joko Widodo yang selama ini diketahuinya adalah murni dari pribadi yang taat beragama, bukan pencitraan di ruang publik.

"Saya sudah sering menyampaikan dalam banyak kesempatan, bagaimana Pak Jokowi tetap menjaga salat dan puasa Senin-Kamis di tengah kesibukannya," kata Yusuf Mansur saat menyampaikan ceramah dalam Diskusi Publik dan Pembekalan Relawan Pemenangan 01 se-Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu 2 Maret 2019 seperti diberitakan Antara.

Diskusi Publik dan Pembekalan Relawan Pemenangan 01 di Jabar terselenggara atas kerja sama kelompok Jokma (Jokowi-Ma’ruf Amin) Jawa Barat dan Jaringan Alumni Mesir Indonesia (JAMI). Acara dihadiri para narasumber antara lain Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI Alwi Shihab yang sekaligus Dewan Penasehat JAMI dan Pendiri Rumah Perubahan Rhenald Kasali.

Menurut Yusuf Mansur, penuturan ihwal keislaman Joko Widodo juga banyak disampaikan orang-orang terdekatnya, termasuk sejumlah menteri di Kabinet Kerja di antaranya testimoni Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi dan sang istri.

"Keduanya adalah teman dekat saya dan bercerita, suatu ketika Jokowi malah pernah menyarankan menunaikan salat hajat kepada Imam Nahrawi dan sang istri agar keinginan mereka terkabul. Kurang religius apalagi sosok presiden seperti beliau," kata Yusuf Mansur.

Meneladani nabi dan rasul

Dalam penilaian Yusuf Mansur, sebagai pemimpin, ada contoh keteladanan dari sosok Jokowi yang patut ditiru. Jokowi merupakan sosok yang memberikan harapan dalam kapasitasnya sebagai kepala negara sekaligus pemimpin keluarga yang sukses.

Dalam konsepsi Islam, kata dia, pemimpin memang sepatutnya menghadirkan harapan bagi rakyatnya sebagaimana ditunjukkan Nabi Musa.

Pada saat genting, ketika Nabi Musa dikejar bala tentara Firaun dan saat yang sama, tak ada lagi tempat berlari karena di hadapannya adalah Laut Merah, Nabi Musa justru tampil tegar dan memberikan harapan kepada umatnya.

"Apa kata Nabi Musa? Beliau dengan yakin menjawab, ‘Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku’," cerita Yusuf Mansur.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X