Kamis, 23 Januari 2020

Meresahkan, Camat Banjaran Usir Pedagang Miras

- 26 Februari 2019, 21:37 WIB
MIRAS.*/DOK. PR

Adjat juga berharap ada dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat untuk mencegah peredaran barang haram tersebut. "Disamping itu, kami juga berharap tokoh agama, tokoh ulama, tokoh pemuda dan masyarakat untuk sama-sama memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membeli miras dan tuak. Jika pembelinya tidak ada, pengedarkan pun tidak akan memaksakan diri memasarkan miras maupun tuak," katanya.

Dia tak rela jika peredaran miras dan tuak sudah meracuni generasi muda menjadi calon pemimpin bangsa. "Kalau pemudanya sudah diracuni miras, bagaimana masa depan generasi muda. Untuk itu, kami berharap kepada sejumlah pihak untuk menyelamatkan masa depan bangsa. Maju mundurnya sebuah bangsa dan negara bergantung pada kualitas generasi muda yang menjadi harapan bangsa," katanya. 

Ia memperkirakan tuak yang beredar di Banjaran itu berasal dari luar daerah yang dikirim ke pengedar di Banjaran pada malam hari. Menurutnya, memasokkan miras dan tuak itu memanfaatkan kelengahan petugas.

“Namun ketika kita mendapat laporan dan informasi dari masyarakat langsung melakukan langkah tegas, yaitu merazia peredaran miras dan tuak. Makanya kita selalu masang telinga dan mata dalam upaya mencegah peredaran tuak dan miras di Banjaran. Jangan sampai warga kami korban gara-gara minum miras dan tuak," katanya.(Engkos Kosasih)***

Halaman:

Editor: Fani Ferdiansyah

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X