Jumat, 28 Februari 2020

Terungkap, 70 Persen Kawasan Bandung Utara Ternyata Perkebunan Sayur

- 25 Februari 2019, 11:16 WIB
SEJUMLAH petani menggarap lahan dengan latar belakang Kota Bandung di Kampung pesanggrahan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa, 12 Februari 2019. Berdasarkan Perda Provinsi Jabar Nomor 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029 Kawasan Bandung utara memiliki fungsi sebagai daerah tangkapan air yang menjamin keberlanjutan kehidupan dan keseimbangan lingkungan hidup sehingga pemanfaatan lahan dalam pengawasan pemerintah. */ARMIN ABDUL JABBAR/PR

SOREANG, (PR).- Lebih dari 70 persen Kawasan Bandung Utara (KBU) di wilayah administratif Kabupaten Bandung merupakan lahan pertanian. Dari jumlah tersebut, sekitar 80,11 persennya merupakan lahan pertanian non sawah atau perkebunan sayuran.

Hal tersebut terungkap dalam data profil pertanian Kabupaten Bandung 2018 untuk tiga kecamatan yang dilansir masuk KBU yaitu Cimenyan, Cilengkrang dan Cileunyi. Padahal dengan status KBU, ketiga kecamatan tersebut seharusnya menjadi kawasan resapan air yang idealnya didominasi hutan konservasi.

Kecamatan Cilengkrang menjadi yang terparah karena luas lahan yang digunakan untuk pertanian mencapai 2.306 hektar atau 76,56 persen dari total lahan 3.012 hektar. Lahan pertanian non sawah di daerah ini pun terbilang besar karena mencapai 2.040 hektar.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Kecamatan Cimenyan. Di daerah ini, lahan pertanian mencapai 3.396 hektar atau 63,98 persen dari total lahan 5.308 hektar.

Sama seperti di Cilengkrang, lahan pertanian di Cimenyan pun didominasi perkebunan sayuran. Perbandingannya pun sangat mencolok, karena sekitar 3.172 hektarnya merupakan lahan kebun sayuran atau hampir empat belas kali lipat lahan sawah yang hanya sekitar 224 hektar.

Sementara itu di Kecamatan Cileunyi, perbandingan sawah dan kebun sayuran masih cukup berimbang. Dari total 2.366 hektar lahan pertanian yang ada, 1.112 hektar merupakan sawah, sedangkan 1.254 hektar lainya merupakan non sawah.

Meskipun demikian, kondisi tersebut sama saja jika berbicara masalah KBU. Soalnya memang hanya sebagian dari wilayah Kecamatan Cileunyi masuk KBU dan lahan sawah pun hampir seluruhnya berlokasi di bawah ketinggian zona KBU.

Mengomentari kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran terjebak dalam dilema. Meskipun tak bisa menampik bahwa daerah itu sempat memberikan kontribusi besar terhadap jumlah produksi sayuran Kabupaten Bandung, namun secara pribadi maupun instansi tak pernah menginginkan daerah itu menjadi sentra pertanian.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X