Minggu, 5 April 2020

Sidang Kasus Bancakan Dana Hibah Tasikmalaya, Notaris Jadi Bulan-bulanan

- 30 Januari 2019, 17:19 WIB
SIDANG lanjutan kasus korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu 30 Januari 2019.*/YEDI SUPRIADI/PR

BANDUNG, (PR).- Sebelas akta yayasan yang dipakai untuk persyaratan mendapatkan hibah di Pemkab Tasikamalaya semuanya fiktif. Akta yayasan tersebut dimundurkan waktunya. Seharusnya tahun 2017 menjadi tahun 2011 dan tahun 2012.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutakan kasus hibah Pemkab Tasikmalaya dengan terdakwa mantan sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir dan 8 terdakwa lainnya.

Sidang berlangsung di  Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu 30 Januari 2019. Sidang dipimpin hakim Muhamad Razad.

Dalam sidang itu, dihadirkan notaris pembuat akta yayasan tersebut bernama Nugraha Permana.

loading...

Nugraha Permana menjadi bulan-bulanan jaksa, hakim, dan penasehat hokum. Pasalnya, dia dinilai gegabah membuat akta yayasan yang tanggalnya dimundurkan.

"Saudara saksi jangan gegabah membuat akta karena akibat perbuatan Anda, terjadi kerugian negara dan juga terdakwa berada di sini," ujar hakim anggota, Dahmi Wirda.

Sebelumnya, Nugraha Permana juga dicecar pertanyaan oleh jaksa Isnan dan Andhika. Saksi menyatakan bahwa kantornya telah didatangi orang yang bernama Topik yang meminta dibuatkan akta yayasan sebanyak 11.

Topik, saat itu meminta 11 akta yayasan itu dimundurkan tanggalnya. "Saya anggap itu rezeki karena membayar satu akta Rp 500.000. Makanya saya buatkan saja sesuai permintaan," ujar Nugraha Permana.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X