Cidadap, Revolusi Halus Melawan Tandus

- 31 Desember 2018, 16:21 WIB
SALAH satu bukit kapur di bentang Formasi Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat.* GUGUM RACHMAT GUMILAR/PR
SALAH satu bukit kapur di bentang Formasi Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat.* GUGUM RACHMAT GUMILAR/PR

MARI berkenalan dengan Formasi Karst Rajamandala. Sebuah kawasan perbukitan kapur di Kabupaten Bandung Barat, yang memadang dari Padalarang hingga Cipatat.

Dikenal juga dengan sebutan Karst Citatah, Formasi Rajamandala merupakan peninggalan sejarah. Bukti nyata bahwa puluhan ribu tahun lalu, Bandung adalah dasar lautan dengan terumbu karang berparas indah.

Titi Bachtiar menjadi salah seorang sosok penting dalam penelitian kawasan ini. Ia merupakan pakar geologi dari Kelompok Riset Cekungan Bandung, sekaligus anggota Masyarakat Geografi Indonesia.

Bachtiar menjelaskan bahwa di kisaran 27 juta tahun silam, cekungan Bandung merupakan laut dangkal tempat ragam tumbuhan dan binatang karang bersemayam. Naiknya permukaan daratan sebagai fenomena alam, membuat kawasan ini perlahan berubah menjadi perbukitan kapur layaknya sekarang.

Maka tak heran jika di kawasan tersebut, macam-macam fenomena geologi bisa dengan mudah ditemui. Selain perbukitan kapur, banyak pula ditemukan goa yang kaya dengan stalaktit dan stalagmit, juga sungai bawah tanah yang jaringannya amat rumit.

“Inilah arsip bumi yang menyimpan sisa-sisa kehidupan laut jutaan tahun yang lalu,” sebut Bachtiar dalam buku Bandung Purba, yang dia tulis bersama sang istri, Dewi Syafriani.

Namun kini, sepantun gula yang tak lepas dari radar gerombolan semut, perbukitan kapur Formasi Rajamandala pun tak mampu mengelak dari aktivitas tambang yang kian akut. Cobalah menikmati safar di jalur Padalarang hingga perbatasan Cianjur. Selain perbukitan kapur, Anda juga akan disuguhi kemacetan karena truk tua pemikul barang tambang, yang lajunya lelet minta ampun.

Bagaimanapun, kapur adalah peranti berharga. Dari komoditas ini, bisa lahir beragam benda: batuan hias, kosmetik, sampai keramik.

Inilah awal mula kegelisahan. Bukan hanya hancurnya fenomena geologi dan fosil-fosil alam berstatus peninggalan. Lebih dari itu, perbukitan kapur Formasi Rajamandala adalah penyeimbang siklus alami penopang kehidupan. Kawasan ini ibarat tandon raksasa yang menyimpan dan mengatur suplai air bersih, baik untuk penduduk sekitaran maupun warga Bandung secara keseluruhan.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X