Minggu, 5 April 2020

1.500 Ton Sampah Diproduksi Warga Bandung Setiap Hari

- 15 November 2018, 07:33 WIB
DIREKTUR PD Kebersihan Kota Bandung, Gun Gun Saptari (tengah) saat menghadiri acara Bandung menjawab di Taman Sejarah, Kota Bandung, Kamis 15 November 2018. Gun Gun memaparkan program Kang Pisman yang menjadi gagasan Pemkot Bandung dalam upaya mengurangi sampah di Kota Bandung.

BANDUNG, (PR).- Setiap hari masyarakat Kota Bandung turut menyumbang produksi sampah yang jumlahnya tidak sedikit. Rata-rata dalam satu hari masyarakat Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah atau setara dengan luas satu lapangan sepak bola. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur PD Kebersihan Kota Bandung, Gun Gun Saptari.

Dengan keadaan seperti ini, dikhawatirkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang menjadi muara sampah-sampah tersebut tidak akan bisa menampung lagi. Pemerintah Kota Bandung telah mengupayakan untuk mengurangi produksi sampah, salahsatunya dengan meluncurkan program Kang Pisman. Kang Pisman berarti, Kang (kurangi sampah makanan), Pis (pilah sampah) dan Man (manfaatkan sampah menjadi nilai jual).

Lewat program Kang Pisman tersebut Gun Gun mengharapkan agar nantinya masyarakat Kota Bandung untuk lebih peduli terhadap lingkungan, salah satunya dengan mengurangi produksi sampah.

“Timbunan sampah makin hari makin banyak, sementara kondisi TPA semakin penuh. Sehingga kita perlu sebuah gerakan, upaya untuk bagaimana sampah yang dibuang ke TPA itu semakin berkurang,” katanya dalam acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Jalan Wastukencana, Bandung, 15 November 2018.

Jika menilik pada kota-kota lain yang telah peduli terhadap produksi sampah, Gun Gun mengatakan bahwa program-program seperti Kang Pisman ini sudah dilakukan di berbagai kota di belahan dunia lain. Sementara menurutnya, Kota Bandung sudah ketinggalan dalam melakukan upaya penanggulangan produksi sampah.

Perbedaaan budaya serta jenis makanan yang dikonsumsi memang menjadi salahsatu pembeda, namun di negara-negara lain penanganan masalah sampah sudah lebih maju karena masyarakatnya mempunya kesadaran akan hal tersebut. Gerakan Zero Waste menjadi salah satu gerakan familiar yang sering digaungkan oleh pegiat lingkungan. Gun Gun mengaku Kang Pisman di Bandung merupakan adopsi dari gerakan Zero Waste tersebut.

“Di Negara-negara lain yang lebih maju peradabannya, pengelolaan sampahnya juga lebih maju dari kota Bandung, mereka itu sudah melakukan upaya-upaya ini jauh sebelum kita sekitar 20-30 tahun yang lalu, kalau di budaya negara lain disebutnya Zero Waste. Jadi kalau kita masih primitif,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gun Gun mengharapkan lewat gerakan Kang Pisman nantinya produksi sampah di kota Bandung bisa berkurang 30% pada tahun 2020 mendatang. Nantinya masyarakat kota Bandung akan diberikan sosialisasi serta edukasi untuk mengenai program Kang Pisman tersebut.

Gun Gun tidak memungkiri bahwa kebiasaan buruk warga yang membuang samoah sembarangan masih saja ada. Terkait hal tersebut dia mengungkapkan bahwa bagi masyarakat yang ketahuan membuang sampah sembarangan akan dikenai tindak pidana ringan dan akan dilakukan sidang.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X