Rabu, 19 Februari 2020

Di Persidangan, Abubakar Akhirnya Akui Memerintahkan Pengumpulan Uang

- 23 Oktober 2018, 03:14 WIB
MANTAN bupati Bandung Barat Abubakar menjawab pertanyaan jaksa KPK dalam sidang pemeriksaan terdakwa di PN Tipikor Bandung, Senin 22 Oktober 2018.*

BANDUNG, (PR).- Mantan Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Abubakar mengakui bahwa dia memerintahkan mantan Kadis Indag Weti Lembanawati dan Kepala Bapelitbangda Adiyoto untuk menjadi pengepul dana “bancakan” dari tiap SKPD untuk kepentingan istrinya, Elin Suharliah di Pilkada 2018

Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan suap dengan terdakwa Abubakar, Weti Lembanawati, dan Adiyoto di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin 22 Oktober 2018.

Sidang pemeriksaan terdakwa tersebut berlangsung haru karena terdakwa Weti Lembanawati menangis di persidangan. Dia meratapi nasibnya karena menjelang pensiun, malah tersandung kasus OTT KPK.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Fuad Muhammadi itu, JPU KPK Budi Nugraha terus mencecar pertanyaan kepada Abubakar, tetapi tetap mengelak.

Begitu juga dengan uang Rp 100 juta yang diminta Abubakar dari Weti Lembanawati dan diberikan lewat anaknya, Aulia Hasan Somantri. Di hadapan perangkat persidangan, Abubakar yang selalu memegang tongkat berjalannya menyatakan bahwa yang dimaksud  “potensi” yang ditanyakannya kepada Weti Lembanawati merupakan pinjaman.

”Kalau memang itu pinjaman, kenapa harus pakai istilah segala, seperti  ‘potensi’, Persib 02, dan istilah lainnya,” tanya JPU.

Akan tetapi Abubakar mengaku itu sudah lumrah dilakukan. Selain itu, Abubakar pun tidak mengakui bahwa dia memerintahkan Weti Lembanawati dan Adiyoto untuk mengumpulkan uang dari para kadis. Peruntukan uang tersebut dibayarkan untuk kepentingan membayar lembaga survei Indopoling. 

“Saya tidak pernah memerintahkan untuk meminta kepada para kepala dinas tapi saya tidak menampik pernah melontarkan kata-kata minta bantuan,” ujarnya.

JPU pun kemudian mempertanyakan masalah dana “bancakan” tersebut kepada Weti Lembanawati dan Adiyoto yang duduk bersebelahan dengan Abubakar.

Halaman:

Editor: Yedi Supriadi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X