ATM Beras, Inovasi Pemkot Bandung yang Butuh Bantuan Donatur

- 18 Oktober 2018, 06:26 WIB
KEPALA Dinas Pangan dan Pertanian kota Bandung Elly Wasliah tengah memberikan pemaparan kepada awak media tentang ATM beras dalam acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Kamis 18 Oktober 2018. ATM beras merupakan program inovasi Pemkot Bandung dalam membantu masyarakat kurang mampu.

BANDUNG, (PR).- Pemerintah kota Bandung melaui Dinas Pangan dan Pertanian telah meluncurkan inovasi baru dalam menghadapi banyaknya warga yang kurang mampu. Inovasi yang diluncurkan oleh Pemkot Bandung tersebut berupa ATM (Anjungan Terima Mandiri)  Beras, yang telah disalurkan ke 6 wilayah yang ada di kota Bandung sejak bulan Juli yang lalu.

Latar belakang adanya ATM beras tersebut dikarenakan beras merupakan komoditi utama yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, selain itu Dinas Pangan dan Pertanian kota Bandung menyadari masih banyaknya warga kurang mampu di kota Bandung yang tidak mendapatkan bantuan dar pemerintah pusat seperti program beras miskin (Raskin).

“Di Bandung sendiri tercatat ada sekitar 63 ribu masyarakatnya yang kuarang mampu, dan baru 52 ribu masyarakat kurang mampu tersebut menerima bantuan dari pemerintah pusat, sementara sisanya yang masih banyak tidak tercover oleh pemerintah pusat, jadi pemkot Bandung yang hadir untuk sisa masyarakat yang belum mendapatkan”, ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian kota Bandung, Elly Wasliah dalam acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Balai kota Bandung, Kamis 18 Oktober 2018.

Elly menuturkan sejak di launching pada 31 Juli 2018 yang lalu, Pemkot Bandung telah menyalurkan 6 ATM beras yang di salurkan ke beberapa wilayah di kota Bandung. ATM beras tersebut disalurkan ke tempat-tempat ibadah, ada 5 masjid dan 1 gereja yang telah mendapatkan ATM beras ini.

“Saat ini baru ada 6 ATM yang telah disalurkan kepada masyarakat, semua ATM beras itu disimpan di masjid-masjid dan gereja, jadi masyarakat tinggal mengambil beras-beras tersebut kepada para pengurus tempat ibadah yang telah ditentukan oleh kami”, katanya.

loading...

Adapun wilayah-wilayah yang telah mendapatkan ATM tersebut adalah Cimincrang, Antapani, Kiaracondong, Cicendo, Cijerah serta Cibeunying Kaler. Untuk 1 unit ATM yang ada, setiap unit dari ATM beras tersebut bisa mengcover 75 kepala keluarga. Untuk mendapatkan beras di ATM ini masyarakat bisa menggunakan kartu seperti layaknya ATM untuk menarik uang.

Lebih lanjut Elly menegaskan bahwa ATM beras ini diperuntukkan untuk masyarakat-masyarakat kota Bandung yang kurang mampu. Nantinya pengurus tempat-tempat ibadah yang diberi keparcayaan tersebut yang mencari dan mendata warganya yang kurang mampu, setelah itu dilakukan verifikasi oleh Dinas Sosial kota Bandung.

“Yang menentukan siapa yang berhak mendapatkannya adalah para pengurus tempat ibadah, kelurahan serta dinas sosial yang melakukan verifikasi. Nnatinya masyarakat akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kg setipa bulannya, namun teknisnya tidak langsung diberikan semua. Masyarakat yang ingin mengambil beras teresbut harus mengambil beras-beras itu pada setiap hari Minggu seusai shalat shubuh berjama’ah, kalau diluar hari itu tidak akan bisa diambil”, tuturnya.

Selain itu untuk mendapatkan bantuan beras ini hanya masyarakat yang memiliki KTP kota Bandung saja yang bisa mendapatkan bantuan beras ini, Elly mengungkapkan bahwa fokus Pemkot Bandung adalah untuk memprioritaskan masyarakat yang memiliki KTP kota Bandung dalam program yang tengah berjalan.

Halaman:

Editor: Administrator


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X