Rabu, 19 Februari 2020

Tradisi Nuras Cai, Merawat Mata Air untuk Kehidupan

- 17 September 2018, 01:50 WIB
PARA sesepuh dan Tetua Adat memanjatkan doa pada prosesi upacara adat

ADAT istiadat atau tradisi, tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia. Meski pada zaman modern sekalipun, sebuah tradisi akan tetap dijaga dan dipelihara, terutama oleh masyarakat adat.

Bahkan, adat istiadat ini menjadi salah satu panduan hidup di tengah masyarakat sehingga dijadikan sebagai norma atau peraturan yang diterapkan melalui lingkungan sosialnya.

Adat istiadat merupakan perilaku budaya dan aturan-aturan yang telah berusaha diterapkan dalam lingkungan masyarakat yang menjadi bagian atau ciri khas suatu daerah yang melekat sejak dulu dalam diri masyarakat yang melakukannya. Dalam sebuah adat istiadat ini tersimpan simbol-simbol kehidupan penuh makna.

Seperti halnya tradisi nuras yang dilakukan masyarakat Kampung Nenggeng, Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Tradisi ini dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Sang Pencipta yang dilakukan masyarakat sekitar dengan cara merawat alam dan lingkungannya, khususnya untuk merawat mata air sebagai sumber kehidupan.

Masyarakat pun menggelar tradisi ini dalam sebuah upacara sakral. Amitsun, demikian masyarakat menyebutnya.

Upacara ini berisikan kegiatan bersama membersihkan saluran mata air yang terdapat di kampung tersebut, agar airnya mengalir dengan baik. Bergotong-royong masyarakat membersihkan saluran dan mata airnya.

Berada di kaki Gunung Serewen, sebuah mata air menjadi pasokan kebutuhan air bersih bagi masyarakat sekitar, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk mengairi lahan pertanian warga.

Dikuasai swasta

Bupati Bandung Dadang M. Naser yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, budaya nuras cai ini perlu terus dibudayakan dalam memelihara mata air. Keberadaan mata air di Kabupaten Bandung, dikatakan Dadang, cukup banyak namun sekarang ada yang dikuasai swasta.

Halaman:

Editor: Ecep Sukirman

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X